Virus Corona di Indonesia

Klaster Keluarga di Kota Bekasi Terjadi Akibat Aktivitas Kunjungan

Rahmat mengatakan, klaster keluarga terjadi akibat aktivitas kunjungan warga ketika masa adaptasi pandemi Covid-19 sedang berjalan di Kota Bekasi

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (18/8/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebutkan, terjadi peningkatan kasus Covid-19 akibat kemunculan klaster keluarga di wilayahnya selama beberapa pekan terakhir.

Rahmat mengatakan, klaster keluarga terjadi akibat aktivitas kunjungan warga ketika masa adaptasi pandemi Covid-19 sedang berjalan di Kota Bekasi.

"Klaster keluarga itu kebanyakan mengunjungi keluarga di luar, mengunjungi satu sama lain, sehingga dampaknya ini kan sangat terasa," kata Rahmat, Selasa, (18/8/2020). .

Menurut Rahmat, klaster keluarga ini muncul akibat adanya pelonggaran yang dilakukan warga di tingkat lingkungan RW.

"Karena transmisinya ini kan sekarang seolah-olah pada saat kita lepas menjadi adaptasi baru itu semua seolah-olah menganggap tidak ada lagi (kasus Covid-19)," jelasnya.

Tindak lanjut dari penanganan kasus klaster keluarga ini, Pemkot Bekasi melakukan peningkatan kewaspadaan di tiap-tiap RW.

Setiap lingkungan RW kata dia, wajib menjalankan karantina kewilayahan terbatas seperti pada saat awal kemunculan Covid-19 di Kota Bekasi periode Maret hingga Mei 2020.

"Sekarang ini adalah dalam rangka isolasi seperti awal, isolasi mandiri di RW, makanya kita dorong itu," terang dia.

Kedai Kopi Es Tak Kie, Warung Legendaris yang Tak Lekang Digerus Zaman

"Kita evaluasi dengan tim dokter, dengan Dinkes, maka ini terus harus digalakkan kembali, termasuk di kantor juga kita sudah melakukan pengurangan kan, melakukan proses-proses sosialisasi di tingkat RW," tegas dia.

Adapun untuk kasus Covid-19 secara kumulatif di Kota Bekasi sampai dengan hari ini tercatat, sebanyak 1324 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.044 kasus telah dinyatakan sembuh, dan sebanyak 225 orang masih dalam proses penanganan rawat inap serta isolasi mandiri.

Sedangkan untuk kasus kematian, hingga hari ini sebanyak 55 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved