Breaking News:

Persidangan Youtuber Putra Siregar

Pegawai PS Strore Milik Putra Siregar Akui Jual Handphone Batangan: Harga Selisih Rp 1 Juta

Selisih harga iPhone sebanyak Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta di PS Store milik Putra Siregar bukan satu-satunya fakta dalam persidangan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Putra Siregar saat mendengar keterangan pegawainya bersama tim kuasa hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Selisih harga iPhone sebanyak Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta di PS Store milik Putra Siregar bukan satu-satunya fakta yang terungkap dalam persidangan.

Dalam sidang beragendakan mendengar keterangan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Selasa (18/8/2020).

Tiga pegawai customer service PS Store dihadirkan jadi saksi membeberkan sejumlah handphone yang dijual tempat kerja mereka merupakan batangan.

Ini diketahui saat JPU menanyakan apakah asal handphone yang dijual Putra Siregar di gerai dengan jargon handphone murah harga pejabat.

Pegawai PS Store Milik Putra Siregar Beberkan iPhone di Tempatnya Murah: Selisih bisa Rp 1 Juta

"Yang saudara tahu handphone ini dibeli dari mana saja dan apakah semuanya dalam keadaan lengkap atau ada yang batangan?" tanya JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020).

Mendapat pertanyaan JPU, satu pegawai pria PS Store cabang Condet menyebut bosnya membeli handphone dari ITC Roxy, Jakarta Pusat.

Menurutnya Putra Siregar membeli handphone dalam jumlah banyak dari ITC Roxy yang tersohor jadi tempat beli handphone murah lalu dijual lagi.

Dia juga menuturkan sejumlah handphone yang dibeli bosnya yakni handphone batangan atau tieak dilengkapi dus, charger, headset

"Sebagian batangan pak," jawab pegawai PS Store cabang Condet yang juga diperiksa jadi saksi oleh Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta.

Kontraktor Masih Investigasi Penyebab Konstruksi Jalan Tol Cibitung-Cilincing Ambruk di Marunda

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Milono menuturkan dari keterangan sementara saksi yang dihadirkan Putra diduga melakukan tindak kepabeanan.

Keterangan saksi yang sudah diketahui JPU lewat BAP penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta itu membuat mereka setuju mendakwa Putra melakukan tindak kepabeanan.

Yakni pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan karena diduga menjual hingga menimbun handphone ilegal.

Kasus Baru Covid-19 Alami Peningkatan, Wali Kota Bekasi Bakal Kaji Operasional Tempat Hiburan

"Tadi sudah kita dengarkan bersama saksi menerangkan bahwa beberapa barang memang ada yang resmi dan ada yang tidak resmi, batangan," tutur Milono.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved