Breaking News:

Persidangan YouTuber Putra Siregar

Gelar Sidang Lanjutan, JPU Hadirkan 11 Saksi untuk Buktikan Putra Siregar Jual Handphone Ilegal

Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum selesai menghadirkan saksi yang memberatkan Putra Siregar dalam kasus dugaan penjualan handphone ilegal.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Milono saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum selesai menghadirkan saksi yang memberatkan Putra Siregar dalam kasus dugaan penjualan handphone ilegal.

Setelah pada Selasa (18/8/2020) menghadirkan tiga pegawai PS Store yang membeberkan ada selisih harga jual handphone di tempat kerja mereka dengan pasaran.

Lalu bahwa Putra Siregar membeli sejumlah handphone batangan untuk dijual kembali di PS Store, dan tidak semua handphone memiliki nomor imei sesuai aturan.

Jaksa Bawa Saksi Ahli Kementerian Perdagangan untuk Buktikan Putra Siregar Jual Handphone Ilegal

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Milono mengatakan fakta persidangan lain bakal bertambah seiring keterangan saksi yang dihadirkan.

"Kemungkinan ada delapan saksi lagi yang kita hadirkan, termasuk saksi ahli. Makannya ini sidang masih bergulir, masi panjang perjalanan," kata Milono di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020).

Sehingga bila ditotal jumlah saksi yang dihadirkan JPU guna membuktikan dakwaan mereka terhadap Putra di hadapan Majelis Hakim sebanyak 11 orang.

Pun untuk sekarang dia belum membeberkan siapa saja sosok saksi selain penyidik Bea dan Cukai DKI Jakarta yang sudah dipastikan hadir.

"Yang pasti kita mengungkapkan legalitas dari barang-barang yang ada di toko PS Store. Kita sudah dengar keterangan pegawai bahwa ada handphone yang resmi dan tidak dijual," ujarnya.

Perihal apakah dia yakin Putra Siregar bakal divonis bersalah karena, Milono menuturkan belum dapat mengambil kesimpulan tersebut.

Pasalnya meski tiga pegawai PS Store gelagapan saat dicecar pertanyaan masalah imei, asal handphone, dan alasan ada selisih harga jual.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tetap memiliki pertimbangan sendiri yang baru diketahui saat sidang putusan nanti.

"Nanti bergulir lah, kalau Jaksa pasti inginnya vonis terbukti (bersalah). Tapi wewenang sekarang ada di Pengadilan. Untuk sidang minggu depan (24/8/2020) rencananya kita hadirkan tiga saksi lagi," tuturnya.

Sejak ditetapkan tersangka hingga tahap penuntutan jadi terdakwa Putra dikerahkan pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Bila nantinya terbukti bersalah berdasarkan vonis Majelis Hakim, Putra terancam hukuman minimal 2 dan maksimal 8 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved