Breaking News:

Kiai Idrus Tokoh NU Bantaeng Meninggal setelah Tuntun Sang Istri Baca Syahadat saat Sakaratul Maut

Seorang kiai sepuh Nahdlatul Ulama Bantaeng meninggal dunia setelah menuntun istrinya membaca syahadat saat sakaratul maut.

Editor: Y Gustaman
Istimewa/Tribun Timur
Jenazah Kiai Haji M Idrus Makkawaru disemayamkan bersanding dengan jenazah istrinya, Siti Sanibah binti Haruna, di rumah duka Gowa Residence, Sulawesi Selatan, Minggu (16/8/2020). 

Ia menamatkan sekolah Guru Agama di PGA Makassar tahun 1951.

Gelar sarjana muda diraihnya pada 1956 dan strata satu tujuh tahun kemudian di IAIN Alauddin Makassar.

Karier Kiai Idrus diawali sebagai guru agama di madrasah Bantaeng pada 1961.

Pada 1980 sampai 1989, Kiai Idrus mendapat amanat sebagai Kasubag TU Kandepag Bantaeng.

Selama itu Kiai Idrus aktif mengajar di madrasah, berdakwah di pelosok Bantaeng, Bulukumba, dan Jeneponto.

Tahun 1989 hingga 2000, Kiai Idrus menjabat Kakandepag Bantaeng.

Almarhum meninggalkan lima anak: Dr H Achamd Mujahid MAg, Dr Achmad Musyahid MAg, dosen di Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar.

Putri ketiga dan keempat Pak Kiai adalah Muwahidah Idri SAg, Nurabidah Idrus Mpd, dan si bungsu Akhmad Mujaddin Idrus S.Si.

Semua anak almarhum adalah alumnus pesantren di Sulsel. 

Artikel ini telah tayang di Tribun Timur dengan judul: Kiai NU Idrus Makkawaru Wafat 1 Jam Usai Istri Meninggal, Kemenag Bantaeng: Beliau Sosok Teladan

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved