Breaking News:

Pilkada Kota Tangsel

Komisioner Bawaslu Benarkan Ada Petugasnya yang Diusir Saat Acara Deklarasi Muhamad-Saraswati

ada tiga petugas pengawas yang berada di lokasi acara, dari Bawaslu Tangsel, Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Komisioner Bawaslu Tangerang Selatan (Tangsel) Bidang Pengawasan dan Kerja Sama Antar Lembaga, Slamet Sentosa, di kantor KPU Tangsel, Rabu (9/1/2019). 

Bisa dijerat pidana

Pengamat Politik dari Universitas Islam Syekh-Yusuf, Adib Miftahul, mengatakan aksi pengusiran terhadap petugas Bawaslu Tangerang Selatan (Tangsel) di acara deklarasi koalisi partai pengusung Muhamad - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo merupakan tindak pidana.

Adib menjelaskan, pelarangan mengambil foto dan video yang dialami petugas Bawaslu bernama Fadel Galih itu merupakan bentuk penggalangan tugas pengawas.

Hal itu tercantum pada Undang-undang nomor 10 tahun 2016, pasal 198 A yang berbunyi.

 Insiden Pengusiran Petugas Bawaslu Membuat Citra Timses Muhamad-Saraswati Dianggap Arogan

Bunyi pasal tersebut adalah: "Setiap orang yang dengan sengaja melakukan tindak kekerasan atau menghalang-halangi Penyelenggara Pemilihan dalam melaksanakan tugasnya, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 12 bulan dan paling lama 24 bulan dan denda paling sedikit Rp12.000.000 dan paling banyak Rp24.000.000."

Adib menegaskan, Bawaslu harus bertindak terkait aksi pengusiran petugasnya sendiri itu.

"Sesuai Undang-undang Pilkada, Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 198A tentang Pilkada bahwa menghalangi petugas pemilu bisa dipidana. Maka Bawaslu Tangsel harus tegas bergerak melakukan penyelidikan," ujar Adib saat dihubungi pada Selasa (18/8/2020).

Menurut pria yang menjabat Direktur Kajian Politik Nasional (KPN) itu, Bawaslu harus tegas menegakkan Undang-undang.

Baginya, penindakan kasus yang mencoreng demokrasi itu harus diusut tuntas.

"Harus diusut tuntas, agar mereka petugas yang dilindungi oleh regulasi UU bisa bekerja maksimal. Biar pula menjadi pesan penting, bahwa berdemokrasi harus mengedepankan cara elegan dan fairness," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved