Breaking News:

Peringati Tahun Baru Islam, Wali Kota Bekasi Larang Kegiatan Pawai Obor Hingga Tabligh Akbar

Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 H, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan SE panduan pelaksanaan peringatan bagi masyarakat di tengah pandemi.

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (18/8/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan surat edaran (SE) panduan pelaksanaan peringatan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Panduan pelaksaan kegiatan tertuang dalam SE Wali Kota Bekasi dengan nomor 451/5233/SETDA-Kessos/VIII/2020 tentang panduan pelaksanaan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah.

Surat edaran itu ditunjukkan kepada pemangku wilayah Lurah/Camat, agar dapat disosialisasikan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan Musholla serta, seluruh umat Islam di Kota Bekasi.

Dalam surat edaran itu, masyarakat diminta agar tidak menggelar kegiatan yang dapat mengumpulkan massa karena dapat berpotensi menimbulkan klaster baru.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya mempersilahkan masyarakat melakukan kegiatan peringatan Tahun Baru Islam dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Masyarakat dalam kondisi sehat, menjaga kebersihan, menghindari kontak fisik, jaga jarak minimal satu meter dan tidak melibatkan anak-anak, orang dengan penyakit bawaan," kata Rahmat, Rabu (19/8/2020).

Pepen sapaan akrabnya menambahkan, kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1442 Hijriah, bertepatan dengan kondisi kerawanan Covid-19 yang masih terjadi sampai saat ini harus disikapi secara bijak.

Keluhan Kesah Tenaga Kesehatan di RSUD Koja, Lima Bulan Belum Terima Insentif Covid-19

Kian Dekat dengan Lesti Kejora, Rizky Billar Bocorkan Konsep Pernikahan Impiannya: Agak Konnyol Sih

Masyarakat dapat mengisi kegiatan Tahun Baru Islam dengan memperbanyak dzikir dan doa untuk kesehatan pasien dan keselamatan bangsa dari wabah Covid-19.

"Tidak menyelenggarakan kegiatan berupa pawai obor, tabligh akbar dan santunan anak yatim yang dapat mengundang kerumunan massa," kata dia.

"Santunan anak yatim sebaiknya dilakukan secara simbolis atau dikirim langsung oleh pihak panitia dan penyelenggara kegiatan," tambahnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved