Breaking News:

Bandar Racik Narkoba di Rumah Sakit

Polisi Bakal Periksa Perawat dan Sipir terkait Bandar Narkoba Racik Sabu di Rumah Sakit

Dua bandar narkoba, AU (42) dan MW (36), berhasil diringkus polisi di Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Polisi memegang foto gambar tersangka AU bandar narkoba, saat konferensi pers, di kantor Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Dua bandar narkoba, AU (42) dan MW (36), berhasil diringkus polisi di Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, mengatakan AU merupakan pelaku utama meracik Sabu.

Heru mengatakan, AU sempat meracik Sabu di dalam ruang perawatan VIP salah satu Rumah Sakit kawasan Jakarta Pusat.

Diketahui, AU merupakan tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Salemba Jakarta Pusat.

AU dirawat di rumah sakit, kata Heru, karena menderita penyakit lambung.

Alhasil, AU dirujuk pihak Lapas Salemba untuk dirawat di rumah sakit tersebut dan dijaga sejumlah sipir.

"Ada sejumlah sipir di sana (ruang perawatan AU) menjaga selama 24 jam," kata Heru, saat konferensi pers, di kantor Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).

Polisi berhasil mengamankan dua bandar narkoba di kawasan Jakarta Pusat.
Polisi berhasil mengamankan dua bandar narkoba di kawasan Jakarta Pusat. (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

"Mereka (sipir) bertugas secara bergantian. Dibagi dua shift per 12 jam diganti," sambungnya.

Sejumlah perawat pun hilir-mudik masuk ke ruang perawatan AU guna mengantar makanan obat-obatan.

"Tapi kami masih mendalami kasus ini. Nanti sejumlah sipir dan perawat akan kami selidiki lebih lanjut," jelas Heru.

Lurah Saidun Belum Ditahan Meski Menyandang Status Tersangka, Ini Penjelasan Polisi

Kerap Disebut The Next Boaz, Ini Kata Penyerang Persita Tangerang Ricky Kayame 

Heru mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

"Ada sipir di sana. Tapi kami masih mendalami apakah ada (kongkalikong) antara sipir dan AU ini," tutur Heru.

Akibat perbuatannya, AU dan MW dijerat pasal berlapis tentang tindak pidana melakukan, menggunakan, menyimpan, memiliki dan atau memproduksi narkotika jenis ekstasi.

"Ancaman hukuman maksimal 20 tahun," kata Heru.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved