Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Soal Pergub Jabar Pelanggar Masker Didenda, Wali Kota Bekasi: Cari Rp 150 Ribu Susah Bukan Main

menurut Rahmat, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menghukum masyarakat dengan pemberian denda pelanggar masker di Bekasi.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Suharno
Istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat kunjungan ke Kota Bekasi, Senin (15/10/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi memberlakukan hukuman denda atau sanksi sosial bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker di tempat umum, mulai Senin, 27 Juli 2020 lalu.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya memilih melakukan penindakan secara persuasif terhadap pelanggar wajib masker ketimbang melakukan pemberlakuan sanksi denda.

Rahmat Effendi mengatakan, langkah ini dilakukan guna menyesesuaikan kondisi psikologis masyarakat yang sama-sama berada di masa sulit akibat pandemi Covid-19.

"Wajib masker sesuai peraturan Gubernur Jawa Barat, karena kita berada di wilayah Jawa Barat otomatis berlaku," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Selasa, (18/8/2020).

"Hanya saja saya kan orientasinya kepada persuasif lebih kepada menghimbau lebih kepada menyediakan," tambahnya.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi berlakukan denda bagi pelanggar wajib masker sejak, Senin 27 Juli 2020.

Kebijakan ini memungkinkan sanksi berupa denda bagi warga yang tak memakai masker sebesar Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Pemerintah Kota Bekasi kata Rahmat hingga kini belum menerapkan sanksi denda sama sekali bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker di tempat umum.

Polisi Gencar Lakukan Razia Masker di Bekasi, Kapolres: Sanksi Berlaku Bagi Pelanggar

"Ya kalau mau tegas kan kondisi seperti ini kita harus mempertimbangkan psikologis sosialnya, orang lebih baik ditegur apa didenda langsung," ucapnya.

"Kan mau cari ini (penghasilan) aja susah dalam kondisi seperti ini, tapi sanksi tetap ada sanksi tapi setelah melalui proses," tegasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved