Antisipasi Genangan Air saat Musim Hujan, Dinas SDA Pemprov DKI Galakkan Program Grebek Lumpur

Sumber Daya Air Pemprov DKI melalui Dinas menggalakkan program 'grebek lumpur' guna meminimalisir genangan air saat musim hujan.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Genangan di jalan tikus menuju Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sumber Daya Air Pemprov DKI melalui Dinas menggalakkan program 'grebek lumpur' guna meminimalisir genangan air saat musim hujan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, program ini mulai berjalan sejak April lalu hingga akhir tahun 2020 ini.

Adapun sasaran utama dalam program ini ialah endapan lumpur yang ada di kali, waduk, dan saluran air yang ada di lima kota wilayah administrasi Jakarta.

"Tujuannya untuk menambah kapasitas, sehingga ketika hujan daya tampungnya menjadi lebih besar. Dengan begitu genangan bisa dikurangi," ucapnya, Kamis (20/8/2020).

Dalam program ini, Juaini menyebut, ada 13 kali yang menjadi sasaran utama pihaknya.

Dari jumlah itu, pengerukan sudah mulai dilakukan di beberapa lokasi, seperti di Sungai Ciliwung segmen Kampung Melayu sampai Jembatan Tongtek sepanjang 5,3 kilometer (km) di Jakarta Timur.

Kemudian, pengerukan Kali Ciliwung segmen Jembatan Tongtek sampai pintu air Manggarai sepanjang 2,7 km.

Selanjutnya, pengerukan di Kanal Banjir Barat (KBB) segmen pintu air Karet sampai Jembatan Roxy sepanjang 13,9 km di Jakarta Pusat, serta pengerukan di KBB segmen Jelambat sampai Season City sepanjanh 1,5 meter di Jakarta Barat.

"Terakhir, ada juga penherukan di Kali Adem segmen PIK (Pantai Indah Kapuk) sampai Muara Angke sepanjang 3,2 km di Jakarta Utara," ujarnya.

Untuk menjalankan program 'grebek lumpur' ini, sebanyak 8.000 personel Dinas SDA dikerahkan di masing-masing wilayah administrasi.

Anggaran sebesar Rp 400 miliar pun disebut Juaini telah disalukan ke setiap Suku Dinas SDA di lima wilayah kota.

"Pengerjaan dilakukan melalui swa kelola di masing-masing Sudin berupa anggaran pemeliharaan, kira-kira per wilayah anggarannya Rp 80 miliar," kata dia.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, anggaran tersebut digunakan untuk membayar upah petugas dan membeli bahan bakar minyak (BBM) untuk menggerakan alat berat yang digunakan dalam mengeruk endapan.

"Jadi, alatnya pakai punya sendiri, operator dan BBM kami adakan sendiri," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved