Breaking News:

Warga Masih Tunggu Kepastian Harga Sewa Hunian di Kampung Susun Akuarium

Warga masih menunggu kepastian apakah ada penetapan harga sewa terhadap hunian Kampung Susun Akuarium yang akan segera dibangun.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ketua RT 12/RW 04 Kelurahan Penjaringan, Topaz Juanda, saat ditemui di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (20/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Warga masih menunggu kepastian apakah ada penetapan harga sewa terhadap hunian Kampung Susun Akuarium yang akan segera dibangun.

Ketua RT 12/RW 04 Kelurahan Penjaringan, Topaz Juanda mengatakan warga beserta pihak terkait masih membicarakan apakah nantinya hunian baru tersebut dikenai biaya sewa.

"Itu sedang dibicarakan bagaimana nanti itu prosesnya. Karena nanti kita di sini kan kita lihat di gambar sana ada bentuk koperasi lembaga hukumnya," kata Topaz saat ditemui di Kampung Akuarium, Kamis (20/8/2020).

Menurut Topaz, sistem pengelolaan Kampung Akuarium nantinya akan dipegang oleh koperasi yang dibuat warga setempat.

Tanpa adanya unit pengelola rumah susun, hal-hal seperti pembayaran sewa nantinya akan langsung diurus koperasi tersebut.

"Jadi yang kelola koperasi untuk warga. Di rusun yang lainnya kan UPRS kepada warga. Itu yang membedakan dan itu belum pernah ada di DKI Jakarta," ucap dia.

Ditambahkan Topaz, koperasi itu pula yang nantinya akan mengurus sertifikat yang diperlukan terkait hunian Kampung Susun Akuarium.

"Melalui koperasi, nanti bagaimana sertifikat sedang dibicarakan," tuturnya.

Adapun pembangunan Kampung Susun Akuarium ditargetkan rampung pada Desember 2021 mendatang.

Pembangunan kembali dilakukan setelah penggusuran permukiman Kampung Akuarium pada 2016 lalu di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama.

Shin Tae-yong Tak Tertarik Gunakan Pemain Asing dari Brasil di Timnas U-19

Bareskrim Mabes Polri Gerebek Tempat Karaoke Venesia BSD, Satpol PP Tangsel Dua Kali Gagal Merazia

Adapun pembangunan ini tak hanya bersumber dari APBD Provinsi DKI Jakarta saja, namun juga dari dana kewajiban pengembang senilai Rp 62 miliar.

Dalam perencanaan yang ada, 241 unit hunian akan dibangun di lahan seluas 10.300 meter persegi.

Ratusan unit hunian itu akan dibagi lagi menjadi lima blok yang diisi sekitar 32 unit hingga 56 unit bertipe hunian 36.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved