Breaking News:

Penggerebekan Karaoke di Tangsel

47 Wanita Penghibur Diamankan dari Venesia BSD, Rahayu Saraswati Minta Pelanggan Juga Ditahan

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo angkat bicara terkait penggerebekan tempat karaoke Venesia BSD, Serpong, Tangsel.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara, menyambangi Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (7/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Rahayu Saraswati Djojohadikusumo angkat bicara terkait penggerebekan tempat karaoke Venesia BSD, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, aparat kepolisian dari Unit 1/VC Subdit III Dittipidum Bareskrim Mabes Polri, menggerebek tempat karaoke Venesia BSD yang berlokasi di Jalan Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), pada pukul 19.30 WIB, Rabu (19/8/2020).

Dari penggerebekan itu dimankan 47 pemandu lagu yang juga diduga menjajakan servis berhubungan badan.

Selain itu ada 13 orang lain yang turut diamankan, dari mulai muncikari hingga general manager.

Rahayu mengatakan, seharusnya bukan hanya Wanita Penghibur yang diamankan, melainkan pria yang menjadi pelanggannya pun harus ikut ditangkap.

"Saya juga meminta aparat tegas, jangan cuma wanitanya yang diamankan, tapi juga pelanggannya, laki-laki kan. Juga pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang," ujar Rahayu dalam keterangan resminya.

Wanita yang saat ini menjadi calon wakil wali kota Tangsel pada Pilkada 2020 mendatang itu juga tegas berpendapat bahwa perdagangan orang harus dihapuskan.

"Tidak ada toleransi pada praktik perdagangan orang. Titik!" tegas Rahayu yang juga Pendiri Parinama Astha (ParTha) yang memperjuangkan kepentingan ibu dan anak khususnya korban perdagangan manusia.

Perkembangan terbaru, enam orang ditetapkan sebagai tersangka dari hasil penggerebekan Venesia dengan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Galang Dana Biaya Operasi Bayi Kembar Siam Tembus Rp1,5 M, Orangtua: Kita Serahkan Buat yang Butuh

Cincin Pemberian Atta Halilintar Hilang, Aurel Hermansyah Panik Sampai Bongkar Tas Asisten

Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Pol Ferdy Sambo menyampaikan keenam orang yang ditetapkan tersangka berasal dari tiga orang mucikari dan tiga orang manajemen perusahaan.

"Iya, tiga muncikari atau germo dan tiga manajemen perusahaan (tersangka)," kata Sambo saat dihubungi, Jumat (21/8/2020).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved