Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemprov DKI Sebut Insentif Penggali Kubur Sudah Cair hingga Jumlah Pemakaman Jenazah Covid-19 Naik

Kini dalam sehari, Petugas penggali kubur harus menggali sebanyak 15 sampai 20 lubang makam per hari.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Warta Kota/Rangga Baskoro
Nadi (42) PJLP TPU Pondok Ranggon saat ditemui di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (21/8/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Nadi (47) seorang PJLP TPU Pondok Ranggon menyatakan terjadi kenaikan jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, akibat Covid-19.

Hal itu terlihat dari jumlah lubang yang digali petugas per harinya.

Kini dalam sehari, ia bersama petugas lainnya harus menggali sebanyak 15 sampai 20 lubang makam per hari.

"Sekarang naik jumlahnya jadi 15-20 lubang per hari," kata Nadi saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2020).

Kenaikan jumlah galian lubang makam terjadi sejak awal Agustus.

Padahal ketika bulan Juli, petugas hanya perlu menggali sebanyak 5 sampai 10 lubang makam saja per harinya.

"Pas Juli hanya 5 lubang, paling banyak 10 lubang. Sekarang naik lagi, paling banyak 20 lubang," ungkapnya.

Kenaikan jumlah jenazah yang dimakamkan cukup fluktuatif dari bulan ke bulan.

Jumlah tertinggi tercatat terjadi pada Mei lalu, kala para petugas diharuskan menggali setidaknya sebanyak 30 lubang makam.

"Puncaknya memang bulan Mei ya, waktu itu paling banyak 32 jenazah sehari. Kemudian mulai turun lagi sejak Juni dan Juli antara 5-10 jenazah. Sekarang naik lagi jadi 15-20 jenazah," kata Nadi.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved