Breaking News:

TERBONGKAR Wajah Pelaku Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Sukoharjo, Berteman Sejak SD dengan Korban

"Mereka teman sejak kecil, sejak dari SD," ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunSolo.com/Adi Surya Samodra
Kondisi pusara di Astanoloyo Parang Joro, Dukuh Curidan, Desa Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo yang akan digunakan memakamkan satu keluarga yang tewas mengenaskan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (22/8/2020). 

"Hingga akhirnya muncul niatan menguasasi kekayaan korban," ucapnya saat konferensi pers.

Selain pelaku, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukit berupa pisau dapur yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Beserta mobil Avanza putih yang dibawa kabur dan telah dijual senilai Rp 82 juta, kepada orang lain.

tribunnews
Rumah satu keluarga yang dibunuh dan wajah terduga pelaku pembunuhan di Baki Sukoharjo, Jawa Tengah, yang telah diamankan aparat kepolisian. (Istimewa)

Pasca ditangkapnya pelaku, potret wajah HT tersebar luas di media sosial.

Hingga saat ini anggota kepolisian masih mendalami terkait kasus tersebut.

tribunnews
Wajah terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Baki Sukoharjo, Jawa Tengah, yang telah diamankan aparat kepolisian. (Istimewa)

Dimakamkan satu lubang

Jenazah satu keluarga yang tewas dibantai akan dimakamkan di Astanoloyo Parangjoro, Dukuh Curidan, Kelurahan Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (22/8/2020) sekira pukul 18.00 WIB.

Ketua RW 06 Dukuh Curidan, Setyo Hadi menyampaikan jenazah akan dimakamkan dalam satu lubang yang sama.

"Akan dimakamkan satu lubang. Lubangnya itu ukuran 2 meter x 2,5 meter dengan kedalaman sekira 2 meter," kata Setyo.

"Lubangnya sudah kita buat supaya bisa memakamkan empat peti jenazah," tambahnya.

tribunnews
Kondisi pusara di Astanoloyo Parang Joro, Dukuh Curidan, Desa Bulakrejo, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo yang akan digunakan memakamkan satu keluarga yang tewas mengenaskan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (22/8/2020). (TribunSolo.com/Adi Surya Samodra)

Saat ini, para pelayat sudah mulai memadati rumah duka korban.

Keluarga korban, lanjut Setyo, sampai saat ini masih trauma seusai mendapat kabar keluarga tewas mengenaskan semalam.

"Mereka menerima kabar itu kemarin sekira pukul 21.00 WIB. Ibu korban masih trauma sampai sekarang, bapaknya juga masih istirahat, masih drop. Gak kuat nahan beban," tandasnya. (TRIBUNJAKARTA/TRIBUNJATENG/KOMPAS)


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved