Persidangan YouTuber Putra Siregar

Bea dan Cukai Beberkan Kasus Putra Siregar Berawal dari Pengiriman Ponsel Diduga Ilegal ke Bandung

Kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Frengki mengatakan kasus yang yang menjerat Putra Siregar berawal dari kasus di Bandung

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta Frengki Tokoro saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (24/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta membeberkan kasus dugaan penjualan handphone ilegal yang menjerat pengusaha Putra Siregar.

Dalam sidang beragendakan mendengar keterangan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Frengki Tokoro dihadirkan jadi saksi.

Kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Frengki mengatakan kasus yang yang menjerat Putra Siregar berawal dari kasus di Bandung.

"Ada pengiriman handphone yang diduga ilegal, dikirim dari Batam ke Bandung lewat Bandara. Waktu itu tahun 2017," kata Frengki di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (24/8/2020).

Saat itu, Frengki menuturkan kasus penyelundupan ratusan handphone ilegal tersebut ditangani penyidik Kanwil Bea dan Cukai Bandung.

Namun dari penyelidikan Kanwil Bea dan Cukai Bandung ratusan handphone tanpa Imei terdaftar di Kementerian Perindustrian hendak dikirim ke Jakarta.

"Setelahnya penyidik Kanwil Bea dan Cukai Bandung berkoordinasi dengan kami di Jakarta. Karena handphone itu mau dikirim ke PS Store di Condet milk Putra Siregar," ujarnya.

Pemprov DKI Catat Ada 9 Klaster Penularan Covid-19 Selama Agustus

Puslabfor Polri Periksa Sejumlah Indikator Penyebab Kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung

Frengki menuturkan penyelidik Kanwil Bea dan Cukai Bandung dan DKI lalu berkoordinasi dan berhasil mengamankan ratusan handphone ilegal.

Tepatnya pada tanggal 10 November 2017 lalu saat ratusan handphone yang jadi barang bukti penetapan tersangka Putra diamankan dari PS Store cabang Condet.

"Handphone tersebut dikirim menggunakan mobil, kami buntuti dan kami hentikan mobil di PS Store Store Condet. Saat itu barang sedang diturunkan dari mobil ke toko," tuturnya.

Sebagai informasi, penyidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta mengamankan sebanyak 191 handphone ilegal dari tiga gerai PS Store milik Putra Siregar.

Kepastian handphone ilegal diketahui karena dari hasil pemeriksaan imei, nomor imei handphone tak terdaftar di Kementerian Perindustrian.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved