Breaking News:

Persidangan YouTuber Putra Siregar

Jaksa kembali Bawa 3 Saksi untuk Buktikan Putra Siregar Jual Handphone Ilegal

Pengadilan Negeri Jakarta Timur melanjutkan sidang perkara dugaan penjualan handphone ilegal yang menjerat Putra Siregar.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Putra Siregar saat mendengar keterangan pegawainya bersama tim kuasa hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (18/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pengadilan Negeri Jakarta Timur melanjutkan sidang perkara dugaan penjualan handphone ilegal yang menjerat Putra Siregar.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Milono mengatakan dalam sidang ketiga ini pihaknya bakal menghadirkan tiga saksi.

Tiga saksi tersebut guna membuktikan dakwaan terhadap Putra yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya di hadapan Majelis Hakim.

"Tapi belum tahu yang hadir berapa, kalau yang dipanggil tiga orang," kata Milono saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Senin (24/8/2020).

Tak Cuma Cabuli Anak Kandung 6 Tahun, Ayah di Padang Lakukan Aksi Bejat ke 3 Anak Tiri: Ibu Kabur

Dia tak membeberkan sosok yang dihadirkan setelah pada sidang kedua Selasa (18/8/2020) lalu menghadirkan tiga pegawai PS Store.

Bila mengacu pernyataan Milono sebelumnya, dari total 11 saksi yang dihadirkan JPU, beberapa di antaranya merupakan saksi ahli.

Kuasa hukum Putra Siregar, Rizki Rizgantara menuturkan kliennya siap menghadiri sidang beragendakan mendengar keterangan saksi dari JPU.

"Siap, beliau (Putra Siregar) dalam kesiapan. Beliau datang bersama istrinya," ujar Rizki.

Hari Ini, Puslabfor Polri Gelar Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadwalkan sidang ketiga ini dimulai pukul 11.00 WIB, namun waktu pelaksanaan dapat berubah.

Putra didakwa melakukan tindak kepabeanan sesuai pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Bila nantinya terbukti bersalah berdasarkan vonis Majelis Putra terancam hukuman 2 tahun dan maksimal 8 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved