Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kebijakan Operasional Tempat Hiburan, Wali Kota Bekasi Pertimbangkan Alasan Kemanusiaan

Alasan kemanusiaan menurut dia, jadi dasar Pemkot Bekasi tetap membolehkan tempat hiburan beroperasi di tengah meningkatnya kasus Covid-19

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Posko Gugus Tugas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Senin, (24/8/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Babak baru penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi tengah mengalami fase peningkatan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui terjadi tren penularan pada klaster keluarga di beberapa wilayah.

Meski begitu, fenomena ini tidak menyurutkan kebijakan operasional tempat hiburan sebagai bagian adaptasi tatanan hidup baru (ATHB) yang tengah diusung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Rahmat Effendi mengatakan, kebijakan operasional tempat hiburan semata untuk menjamin kelangsungan hidup pekerja di sektor usaha tersebut.

Alasan kemanusiaan menurut dia, jadi dasar Pemkot Bekasi tetap membolehkan tempat hiburan beroperasi di tengah meningkatnya kasus Covid-19.

"Jadi, ada alasan kemanusian yang saya pertimbangkan. Inikan dampak sosialnya tinggi kalau mereka sampai di rumah atau PHK," kata Rahmat, Senin, (24/8/2020).

Dia menjelaskan, tempat hiburan seperti karaoke, panti pijat/SPA atau klub malam memang bukan sektor usaha yang memiliki pemasukan pajak daerah yang besar.

Tetapi lanjut Rahmat, di tempat-tempat hiburan seperti itu terdapat tenaga kerja yang harus dijaga jangan sampai kehilangan pekerjaan di masa sulit seperti ini.

"Yang persoalan hiburan itu bukan pada persoalan hiburan dan rendahnya pajak, tapi persoalannya adalah tenaga kerja," jelasnya.

Bea dan Cukai Beberkan Kasus Putra Siregar Berawal dari Pengiriman Ponsel Diduga Ilegal ke Bandung

Pemprov DKI Catat Ada 9 Klaster Penularan Covid-19 Selama Agustus

"Dari awal saya bilang, tempat hiburan dibuka kita tidak ingin ada yang dirumahkan, bagaimana supaya tidak terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja)," tegas dia.

Meski begitu, peningkatan pengawasan akan tetap dilakukan, dia juga akan tetap mengkaji tempat-tempat hiburan yang berada di lingkungan RW ditemukan kasus penularan.

"Sampai saat ini belum ditemukan klaster dari tempat hiburan, pengawasan kita tetap jalan terus, semua punya tanggung jawab, pemerintah mengajak dan mendorong," tegasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data di situs https://pikobar.jabarprov.go.id, kasus terkonfirmasi di Kota Bekasi hingga 23 Agustus 2020 mencapai 1.365 orang.

Dari jumlah kumulatif itu, sebanyak 645 orang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri, 688 orang dinyatakan sembuh dan 32 orang meninggal dunia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved