Pembunuh Pengusaha Pelayaran Ditangkap

Rp 200 Juta Demi Bunuh Bos Pelayaran, Karyawati Libatkan Suami Siri Hingga Aliran Dana ke Eksekutor

NL, karyawati perusahaan PT DTJ menyiapkan dana sebesar Rp 200 juta untuk membunuh bosnya sendiri, Sugianto (51).

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers kasus penembakan bos pelayaran di Polda Metro Jaya, Senin (24/8/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - NL, karyawati perusahaan PT DTJ menyiapkan dana sebesar Rp 200 juta untuk membunuh bosnya sendiri, Sugianto (51).

Sugianto, pengusaha pelayaran itu, akhirnya tewas tertembak di depan Ruko Royal Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 13 Agustus 2020.

NL menyewa kelompok pembunuh bayaran demi memuluskan aksinya membunuh bos yang telah membuatnya sakit hati.

Dalam menjalankan aksinya, NL melibattkan R alias M yakni suami siri dalang pembunuhan tersebut.

Polda Metro Jaya telah menangkap 12 tersangka dalam kasus pembunuhan bos pelayaran, Sugianto (51).

Berdasarkan pemeriksaan, motif pembunuhan berlatar belakang NL sakit hati dan menggelapkan pajak perusahaan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjelaskan, NL meminta R alias M, suami sirinya mencari cara membunuh Sugianto lantaran kesal sering dimaki dan dilecehkan.

Motif lain, NL yang bekerja di bagian administrasi keuangan takut lantaran ketahuan menggelapkan uang pajak kantor.

NL pertama meminta bantuan suami sirinya pada 20 Maret 2020.

Eksekutor penembakan pengusahan pelayaran di Kelapa Gading saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020).
Eksekutor penembakan pengusahan pelayaran di Kelapa Gading saat dihadirkan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2020). (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

“Sekitar bulan Maret tanggal 20, si pelaku (NL) menyampaikan kepada R alias M tetapi tidak dihiraukan,” kata Nana saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/8/2020).

Setelah mendapat ancaman dari korban, NL kembali meminta bantuan suami sirinya pada 4 Agustus 2020.

Apalagi, NL ketahuan menggelapkan pajak perusahaan.

Korban mengancam akan melaporkan pelaku ke Kepolisian.

“Yang bersangkutan (NL) ada di dalam ancaman korban sehingga minta korban dieksekusi,” tambah Nana.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved