Pembunuh Pengusaha Pelayaran Ditangkap

Rp 200 Juta Demi Bunuh Bos Pelayaran, Karyawati Libatkan Suami Siri Hingga Aliran Dana ke Eksekutor

NL, karyawati perusahaan PT DTJ menyiapkan dana sebesar Rp 200 juta untuk membunuh bosnya sendiri, Sugianto (51).

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Konferensi pers kasus penembakan bos pelayaran di Polda Metro Jaya, Senin (24/8/2020). 

Saat itulah, pelaku mengarahkan senjata dan menembak ke bagian belakang kepala korban.

Namun, korban saat itu masih sadar lalu berlari.

Pelaku kemudian mengejar korban.

Hasil Olah TKP

Hasil olah TKP, polisi menemukan lima selongsong peluru di sekitar lokasi.

Hasil visum menunjukan korban mengalami luka tembak sebanyak lima kali pada bagian badan dan kepala.

Tiga peluru mengenai dada dan perut. Sementara dua peluru mengenai kepalanya. Polisi sempat membuat sketsa wajah dua eksekutor berdasarkan keterangan saksi di sekitar lokasi.

Sempat Gagal Eksekusi

Pembunuhan berencana terhadap pengusaha pelayaran bernama Sugianto (51) di Kelapa Gading, Jakarta Utara, sempat gagal.

Mulanya, korban hendak dibunuh dengan cara diculik dan dieksekusi di dalam mobil.

"Rencana pertama, korban akan diajak keluar tersangka R alias MM yang berpura-pura menjadi petugas paja. Harapannya setelah mau diajak, kemudian dieksekusi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana saat merilis kasus ini, Senin (24/8/2020).

Akan tetapi, rencana tersebut gagal lantaran Sugianto menolak ajakan R alias MM.

Otak pembunuhan berencana berinisial NL kemudian menyusun strategi lain.

"Mereka merencanakan kembali untuk langkah selanjutnya membunuh korban dengan senjata api," jelas Nana.

Otak penembakan terhadap pengusaha pelayaran ini adalah NL. Perempuan berusia 34 tahun ini merupakan karyawati dari korban di PT Dwi Putra Tirtajaya.

Cerita Lengkap Pemuda di Lampung Ajak Teman Ikat dan Lempar Pacarnya yang Hamil 6 Bulan ke Sungai

Kasus Jual Beli Pelabuhan di Kaltim Sudah Masuk Proses Mediasi PN Jakarta Selatan

Otak Penembakan Bos Pelayaran Adalah Anak Gurunya, DM Mau Jadi Eksekutor Karena Alasan Perjuangan

Bergabung sejak 2012, NL bekerja di bagian administrasi keuangan. Ia biasa mengurus pajak perusahaan.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, NL mengaku sakit hati kepada korban sehingga nekat merencanakan aksi pembunuhan berencana.

"NL sering dimaki-maki dengan kata-kata tidak pantas. Selain itu, NL juga sering diajak bersetubuh oleh korban," kata Nana.

Ditambah lagi, korban pernah menuduh NL menggelapkan uang perusahaan.

"Uang yang seharusnya dibayarkan untuk bayar pajak tidak disetorkan," ujar Nana.

Bahkan, lanjut Nana, korban sempat mengancam melaporkan tersangka ke polisi.

"Ini yang membuat yang bersangkutan mengambil inisiatif membunuh korban," jelas dia.

Pada 20 Maret 2020, NL meminta suami sirinya berinisial R untuk membunuh korban. Namun permintaan itu ditolak.

NL kembali meminta bantuan R untuk menghabisi nyawa Sugianto pada 4 Agustus 2020. Kali ini, R mengiyakan permintaan NL.

Tersangka pun menyiapkan uang sebesar Rp 200 juta agar R mencari pembunuh bayaran.

"NL mentrasnfer Rp 100 juta sebagai DP dari rekening miliknya kepada R pada 4 Agustus 2020," kata Nana.

Dua hari kemudian, NL memberikan Rp 100 juta lagi kepada AJ, orang yang menyiapkan senjata api.

"Setelah itu mulailah melakukan perencanaan pembunuhan, dilaksanakan 5 kali. Pertama di rumah NL pada 4 agustus, satu kali pada 5 agustus di Hotel Pakuwon, dan tiga kali di hotel Ciputra, Cibubur, pada 9-12 Agustus," terang Nana.

Pada akhirnya, pembunuhan dilakukan di Ruko Royal Gading Square pada 13 Agustus 2020. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bunuh Bosnya di Kelapa Gading, Karyawati Bayar Rp 200 Juta Sewa Pembunuh Bayaran", (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved