Virus Corona di Indonesia

Hari Ini Pemprov DKI Janji Cairkan Insentif Penanganan Covid-19 Bagi Tenaga Kesehatan

Dana sebesar Rp 56 miliar pun disebutnya telah dikirimkan ke rekening Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

freepik.com
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumamtri memastikan, pihaknya siap mencairkan dana insentif bagi tenaga medis (nakes) yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Dana sebesar Rp 56 miliar pun disebutnya telah dikirimkan ke rekening Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

"Sudah Senin kemarin (dana ditransfer), dari BUD (Bendahara Umum Daerah) ke Dinkes," ucapnya, Selasa (25/8/2020).

Selanjutnya, dana tersebut akan langsung disalurkan oleh Dinkes DKI ke rekening masing-masing tenaga medis yang telah terdaftar.

"Teknisnya ada di Dinkes, karena yang tahu jumlah nakesnya Dinkes," ujarnya saat dikonfirmasi.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun menyebut, insentif khusus itu sudah bisa dinikmati oleh para nakes hari ini.

"Hari ini Dinkes transfer ke masing-masing nakes," kata dia.

Operasional Pabrik LG Cikarang Tutup Sementara Usai Ratusan Karyawan Terpapar Covid-19

Viral Pesan Berantai Kemunculan Klaster Pabrik LG Cikarang, Ratusan Orang Terpapar Covid-19

Seperti diberitakan sebelumnya, para nakes di RSUD Koja mengeluhkan belum cairnya insentif khusus bagi mereka sejak awal pandemi Covid-19.

Padahal, pemerintah telah berjanji bakal memberikan insentif bagi nakes yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Direktur RSUD Koja IBN Banjar mengatakan, para nakes di tempatnya itu belum sekalipun menerima insentif yang dijanjikan tersebut.

Artinya, sudah lima bulan lamanya insentif bagi para nakes di RSUD Koja tak kunjung cair.

"Dari Maret 2020 mestinya sudah mulai terhitung diberi insentif, tapi sampai saat ini belum (terima insentif)," ucapnya, Rabu (19/8/2020).

Adapun besaran insentif yang dijanjikan itu cukup bervariasi, yaitu Rp 15 juta bagi dokter spesialis, Rp 10 juta untuk sokyer ukum atau dokter gigi, Rp 7,5 juta untuk bidan atau perawat, dan Rp 5 juta untuk tenaga medis lainnya.

Besaran ini nantinya dikalikan dengan jam kerja secara proporsional per bulannya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved