Pembunuh Pengusaha Pelayaran Ditangkap

Babak Baru Kasus Penembakan Bos Pelayaran, Otak Pembunuhan Diduga Gelapkan Uang Rp 1,8 Miliar

Kerabat korban, Hari Susanto mengatakan, diduga NL telah melakukan penggelapan pajak perusahaan sejak tahun 2015 lalu

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Dalang pembunuhan bos pelayaran di Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat dirilis di Polda Metro Jaya, Senin (24/8/2020). 

Adapun selain NL, 11 tersangka lainnya juga sudah diamankan dengan peran berbeda.

11 tersangka lainnya masing-masing berinisial R alias MM yang adalah suami sirih NL, DM yang adalah eksekutor penembakan, serta tersangka lainnya SY, S, MR ,AJ, DW, R, RS, TH, dan SP.

Dari total 12 orang tersangka, delapan orang ditangkap di Lampung, satu orang di Cibubur, kemudian dua orang di Surabaya.

Para pelaku dijerat pasal 340 KUHP subssider 338 KUHP dan atau pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat.

Sugianto sendiri sudah dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Korban tewas setelah mengalami luka tembak di bagian punggung dan kepalanya pada Kamis (13/8/2020) lalu.

Karyawati Otak Pembunuh Bos Pelayaran Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Senilai Rp 1,8 Miliar

Kerabat Bos Pelayaran Laporkan Karyawati Otak Pembunuhan Terkait Dugaan Penggelapan Pajak

Izinkan Bioskop Buka, Satgas Covid-19: Menonton Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh

Polisi cek rekening perusahaan

NL, otak pembunuhan terhadap Sugianto (51), pengusaha pelayaran di Ruko Royal Gading Square, diduga menggelapkan pajak perusahaan di luar tindakannya merencanakan pembunuhan terhadap korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, polisi akan mendalami dugaan tersebut.

"Harus kami dalami karena masih ada beberapa alat bukti yang kami buka," kata Wirdhanto di Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (25/8/2020).

Menurut Wirdhanto, polisi sudah mendapati alat bukti yang mengarah ke dugaan tersebut.

Namun, polisi masih akan mengecek hal-hal terkait keuangan perusahaan, seperti misalnya rekening perusahaan.

Polisi lalu akan melihat apakah perusahaan mengalami kerugian selama NL masih menjadi karyawati di perusahaan milik Sugianto sebagai pengurus pajak.

"Konteksnya adalah harus kerugian terlebih dahulu, dan kami tentunya menunggu dari pihak perusahaan ataupun mungkin ahli waris apabila memang ditemukan adanya alat bukti berkaitan dengan penggelapan uang perusahaan ataupun permasalahan pajak itu kami siap menerima laporan," jelas Wirdhanto.

NL sendiri diketahui sudah bekerja di perusahaan milik Sugianto sejak tahun 2012.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved