Breaking News:

Kementerian Kelautan dan Perikanan Sita 71 Kapal Nelayan Asing yang Curi Hasil Laut Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyita 71 kapal nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo (tengah), saat konferensi pers, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyita 71 kapal nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, mengatakan 71 kapal tersebut tercatat sejak dirinya memimpin instansi pemerintahan tersebut.

"71 kapal itu selama saya menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan sejak 23 Oktober 2019 sampai sekarang," kata Edhy, saat konferensi pers, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2020).

Menurut Edhy, mayoritas pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia yakni kapal yang terpasang bendera Vietnam.

Pada 20 Agustus, dua Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal berbendera Vietnam telah mencuri ikan di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara.

Dikatakan Edhy, mereka tidak berkutik saat disergap Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03.

"Kebanyakan yang mencuri itu dari Vietnam," kata Edhy.

"Selama proses penangkapan relatif tanpa perlawanan. Ini membuktikan kami tidak lengah mengawal laut besar," jelas Edhy.

"Mudah-mudahan ini menjadi sikap tegas, mereka semakin gentar dan khawatir kalau masuk ke wilayah Indonesia," sambungnya.

Guna menghindari konflik, Edhy mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan negara tetangga.

"Langkah ke depannya kami ingin membangun komunikasi antarnegara tetangga. Kita jangan sampai renggang," harap Edhy.

Beralasan Terdampak Covid-19, Ayah Tega Ajak Anak Jadi Kurir Ganja Diupah Puluhan Juta

Ambil Tikar di Kontrakan Teman, Pria Ini Cium Bau Menyengat Tak Sadar Ada Mayat Wanita Tanpa Busana

Edhy menambahkan, pemerintah akan menawarkan beberapa solusi kepada negara tetangga Vietnam dan lainnya.

"Jadi kita tawarkan beberapa langkah solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, kita tidak dirugikan, dan saling menghormati," tuturnya.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri sehingga tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, tapi tetap mengedepankan aturan," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved