Tak Hanya Tilang Ribuan Kendaraan Saat Operasi Patuh Jaya, Polisi Juga Amankan Mobil Sport Bodong

Satuan Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis hasil Operasi Patuh Jaya yang digelar dua pekan mulai 23 Juli - 5 Agustus 2020 lalu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Mobil Mazda RX-7 sitaan Satuan Lantas Polres Tangsel hasil operasi patuh jaya, saat rilis di Mapolres Tangsel, Serpong, Rabu (26/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Satuan Lantas Polres Tangerang Selatan (Tangsel) merilis hasil Operasi Patuh Jaya yang digelar dua pekan mulai 23 Juli - 5 Agustus 2020 lalu.

Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto, mengatakan, pihaknya menindak sebanyak 5.346 kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Berdasarkan data yang saya terima dari Satlantas selama 14 hari pelaksanaan operasi patuh jaya 2020, Satlantas Polres Tangsel sudah menilang kurang lebih 1.753 pelanggar lalu lintas dengan teguran berjumlah 3.593," ujar Luckyto di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Rabu (26/8/2020).

Tidak hanya menilang, sebanyak 33 kendaraan ikut diamankan karena si pengendara tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikannya.

"Untuk roda dua kami berhasil mengamankan kurang lebih 27 unit sedangkan roda empat berjumlah 6 unit. Di mana salah satunya yang berhasil kita amankan adalah," ujarnya.

Lima Remaja Tewas Usai Pesata Miras Dicampur Lotion Anti Nyamuk, Polisi Tangkap Penjualnya

Dari enam mobil itu, satu di antaranya bahkan mobil sport yang dikenal cepat dan berharga di atas Rp 500 juta, Mazda RX-7.

"Sedan mewah dengan jenis RX-7 di mana setelah kami croscek setelah kami teliti melalui database di Korlantas Polri kendaraan ini tidak terdaftar. Baik nomor rangka maupun nomor mesin makanya kami menduga atau mengindikasikan bahwa barang ini tidak resmi masuk ke Indonesia," ujarnya.

Luckyto menduga RX-7 itu bodong karena si pengendara tidak bisa menunjukkan dokumen kepemilikannya.

"Bisa, asumsi dugaan kami seperti itu (bodong) sampai saat ini. Karena dari pemilik kendaraan sendiri sampai saat ini belum bisa menunjukan dokumen sah atas kendaraan ini," ujarnya.

Pengendaranya pun berpotensi menjadi tersangka karena dugaan pencurian kendaraan bermotor.

Jenazahnya Sudah Didoakan dan Liang Lahad Telah Digali, Keluarga Kaget Harnanik Masih Hidup

"Tentu sangat mungkin saja, karena kembali lagi nanti kami akan berkoordinasi dengan Unit Ranmor Satreskrim untuk bisa kita kaji lebih dalam lagi terhadap perkara ini," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved