Mayat Perempuan Terbungkus Selimut
Wanita Tewas di Dalam Selimut Bersimbah Darah: Cinta Segitiga Diduga Jadi Pemicunya
Dalam beberapa bulan ini pacar HY yang berstatus terduga pelaku kerap kali main ke rumah duka di Ciledug dan membuat risih sekeluarga.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pembunuhan sadis yang terjadi di bilangan Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu diduga ditenggarai karena percintaan.
Diketahui korban bernisial HY (31) ditemukan tewas dalam keadaan berselimut bersimbah darah di dalam kardus di kontrakannya kawasan Kampung Kebantenan RT. 003/008, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
HY bukanlah penghuni lama di kontrakan itu melainkan baru dua bulan dan diduga tinggal bersama selingkuhannya.
Sebab, HY sesungguhnya tinggal bersama orang tua dan suaminya di bilangan Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.
Saat ditemui di rumah duka, Ruswati (44) tante dari korban menduga kasus yang menimpa keponakannya tersebut dilandasi alasan cinta segitiga.
"Kurang tahu pasti alasannya sebenarnya apa, tapi kayaknya cinta segitiga sih kayaknya juga ya," ujar Ruswati di rumah duka, Kamis (27/8/2020).
Sebab, sudah beberapa bulan ini pacar HY yang berstatus terduga pelaku kerap kali main ke rumah duka di Ciledug dan membuat risih sekeluarga.
Alhasil, kuat dugaan alasan di atas menjadi penyebab HY mengontrak di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Ya pikirnya kan waktu itu sama suaminya ya ngontrak jadi ya biasa aja. Sekeluarga mikirnya itu ya sudah suami jadi dibawa lah dia (HY)," jelas Ruswati.
Usut punya usut, HY menikah dengan suami keduanya sekarang dari pernikahan siri dan tidak jelas hubungannya di mata keluarga.
Sehingga, terduga pelaku berinisial MN alias NZ ini dianggap suami barunya korban karena sering datang ke rumah duka.
"Sering main aja ke sini jadi ya kita kira juga suaminya kali ya," sambung Ruswati.
Ruswati menjelaskan keduanya kenal karena berada di satu lingkup kerja di kawasan Japos, Ciledug, Kota Tangerang.
HY bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan NZ berprofesi sebagai sekuriti perumahan sekitar dan kebetulan punya banyak kenalan tetangga korban di Ciledug.
"Kerjanya deket jadi sering ketemu, terus kalau dia (NZ) main ke sini tuh ya kiranya sekalian main ke temen-temennya sekitar sini. Soalnya memang temennya banyak sih di sini," ungkap Ruswati.
Ruswati juga sempat menceritakan detik-detik keponakannya melangkahkan kaki untuk terakhir kali di Ciledug.
Ia mengatakan kalau HY sempat berpamitan untuk pergi ke kontrakannya tanpa meninggalkan banyak pesan.
"Jadi sempat pamit mau ke sana (kontrakan) ditanya diam saja enggak jawab banyak. Dia pergi sama anaknya waktu itu," kata Ruswati.
Katanya, anak korban pun sempat diturunkan disetengah perjalanan untuk diantar pulang oleh keluarga.
Kemudian HY melanjutkan perjalanan ke kontrakannya yang menjadi TKP pembunuhan terjadi.
"Anaknya dibawa lagi ke sini pulang (Ciledug) dianya (HY) berangkat sendiri kayaknya ke kontrakannya. Baru dua bulan ko ngontrak," beber Ruswati.
Setelah beberapa hari tidak ada kabar, pasalnya keluarga sempat mencoba mencari HY melalui sambungan telepon dan chat di media sosial.
Namun, kata Ruswati, tidak ada kabar balik dari keponakannya dalam waktu singkat.
"Di WA enggak jawab, ditelepon juga enggak aktif HP-nya. Pokoknya hilang enggak ada kabar," tuturnya.
Beberapa waktu kemudian, dia dan keluarganya disambangi orang tidak dikenal yang mengaku mengetahui nasib sebenarnya dari HY.
Orang tersebut mengucapkan hal-hal yang melahirkan tanda tanya kepada dirinya dan keluarga korban.
"Pokoknnya dia bilang yang sabar yang tabah dan jangan keluar rumah dulu. Suruh jangan kemana-mana. Ya kita enggak mau lah orang kita enggak kenal siapa dia kan orang asing," ucap Ruswati.
"Pas dia jelasin baru kita tahu keadaan dia (HY)," tambahnya.
Sementara, Polres Tangerang Selatan masih terus memburu terduga pelaku pembunuhan wanita bernama HY (31) beberapa waktu lalu.
Terduga pelaku berinisial MN alias NZ tersebut secara sadis membunuh HY di kontrakan kawasan Kampung Kebantenan RT. 003/008, Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Jadi untuk hari ini anggota dari Satreskrim Polres Tangsel dan Polsek Pondok Aren masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Muharam Wibisono, Kamis (27/8/2020).
Ia melanjutkan, pihaknya sudah mengantongi nama pelaku yang diduga mempunyai hubungan khusus dengan korban.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan melakukan penangkapan," sambung Muharam.
Berseliweran info kalau HY meninggal dalam keadaan mengandung beberapa bulan.
Namun, hingga saat ini, kata Muharam, pihaknya belum mendapatkan hasil autopsi dari pihak rumah sakit.
"Sejauh ini kita belum menemukan atau mendapatkan informasi maupun keterangan Medis yang menyatakan korban ini sedang hamil. Untuk hasil sementara juga belum kita dapatkan," jelas Muharam.
Kendati demikian, ia memastikan kalau HY kehilangan nyawanya karena dibunuh.
"Tapi yang jelas untuk keterangan medis awal memang meninggalnya korban ini dikarenakan adanya perbuatan orang lain dan bukan karena sakit," tandasnya.
Sebelumnya, sesosok mayat perempuan berinisial HY (31) ditemukan bersimbah darah terbungkus selimut di kawasan Kampung Kebantenan RT. 003/008, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Selasa (25/8/2020) malam.
Penemuan jasad HY terkuak karena aroma tidak sedap yang tercium dari dalam kontrakannya.
• Ultah ke-15 Bike to Work, Wali Kota Jaksel Resmikan Rumah Sepeda Indonesia
• Sebelum HY Ditemukan Tewas Terbungkus Selimut, Keluarga: Saat Pamit Tidak Banyak Bicara
• Tangan Kanannya Layu karena Tumor Otak, Bocah di Kulon Progo Tetap Semangat Belajar
Kecurigaan muncul dan akhirnya warga melapor ke Polsek Pondok Aren.
Muharam mengatakan, saat ditemukan, jasad HY berada di dalam kardus dan posisinya berada di bawah wastafel, bagian belakang rumah kontrakan.
"Tadi kita temukan posisinya terbungkus selimut. Dalam kardus, memang ada karung. Diduga rencana dimasukkan ke dalam karung tidak muat dimasukkan ke dalam kardus," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ruswati-44-tante-dari-hy-sambil-memegang-foto-mendiang-keponakannya.jpg)