Breaking News:

Hari Pertama Sosialisasi Pembatasan Operasional Toko di Depok, Ritel Modern Lebih Merespon

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, evaluasi terhadap hasil sosialisasi hari pertama kebijakan pembatasan operasional toko.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kegiatan sosialisasi pembatasan aktivitas warga oleh Satpol PP Kota Depok di Jalan Raya Margonda, Senin (31/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, tengah melakukan evaluasi terhadap hasil sosialisasi hari pertama kebijakan pembatasan operasional toko, dan aktivitas warga yang dimulai pada Senin (31/8/2020) kemarin.

Pada sosialisasi hari pertama kemarin, Juru Bicara Gugus Tugas Kota Depok, Dadang Wihana, menyebut bahwa pihak Satuan Polisi Pamong praja (Satpol PP) Kota Depok, Camat, hingga Lurah, telah terjun langsung ke lapangan mensosialisasikan kebijakan ini.

“Kita perlu sosialisasi dengan beragam cara. Untuk toko-toko seperti mini market, super market, mall, secara umum sudah mengikuti arahan Gugus Tugas, pukul 18.00 WIB mereka sudah tutup. Secara bertahap kami terus lakukan sosialisasi dan edukasi ke warga,” kata Dadang dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/9/2020).

Terkait tingkat kepatuhan pelaku usaha modern dan tradisional terhadap kebijakan ini, Dadang mengatakan bahwa karakteristiknya cukup beragam.

Peringati Anies Baswedan Soal Meroketnya Kasus Covid-19, Fraksi Golkar : Jangan Buru-buru Ekonomi

Untuk pelaku usaha modern, sosialisasi bisa dilakukan melalui media online dan pesan yang disampaikan bisa menjadi lebih cepat terkirim.

“Tapi untuk tradisional misal toko kelontong dan lainnya, itu perlu proses penyampaian yang dilakukan Camat, Lurah, dan bantuan Kampung Siaga Covid. Itu tadi kecepatan dalam sosialisasi tergantung pada media yang digunakan,” katanya.

“Tapi Insya Allah dalam tiga hari ini informasi soal pembatasan bisa disosialisasikan terhadap warga karena peningkatan kasus Covid-19 di Kota Depok dan Jabotabek setiap hari meningkat cukup tajam,” timpalnya lagi.

Lebih lanjut, Dadang menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa membedakan tingkat kepatuhan antara pelaku usaha modern dan tradisional.

Internet Gratis di 1.953 Titik Wilayah Jakarta Pusat, Irwandi: Pelajar Tidak Bisa Buka Situs Lain

Hanya saja, pelaku usaha modern lebih cepat merespon dalam penyampaian kebijakan ini.

“Tentunya kita gak bisa membedakan lebih jelas terkait tingkat kepatuhan, tapi untuk ritel modern pusat perbelanjaan itu lebih cepat merespon dan juga penerapan protokol kesehatan juga dilakukan secara ketat. Karena tadi saya katakan secara media terpenuhi, secara gedung juga memadai sehingga memudahkan mereka menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

“Beda halnya dengan toko kelontong misalnya karena memang dengan toko yang sempit kadang tak ada tempat parkir dan lain-lainnya, itu agak sulit menerapkan protokol kesehatan sehingga perlu proses dalam hal ini,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved