Breaking News:

Pentingnya Kolaborasi E-commerce untuk Sukseskan Program Bangga Buatan Indonesia

Komisaris SEA Group Indonesia, Pandu Sjahrir mengingatkan kepada para CEO untuk terus mendorong program Bangga Buatan Indonesia

lifestyle.kompas.com
Pria belanja online (Zinkevych) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Komisaris SEA Group Indonesia, Pandu Sjahrir mengingatkan kepada para CEO untuk terus mendorong program Bangga Buatan Indonesia yang diinisiasi oleh pemerintah.

Hal ini disampaikan dalam sebuah talkshow streaming pada Jumat, (29/8/2020), yang turut dihadiri oleh CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.

“Pandemi ini membawa kita (industri digital) untuk memiliki semangat kolaborasi untuk menciptakan transformasi teknologi bersama-sama,” ujar Pandu dalam keterangannya, Selasa (1/9/2020).

Pandu juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah melalui program Bangga Buatan Indonesia yang ingin menggunakan teknologi sebagai penggerak rantai ekonomi.

Hingga 5 minggu pertama dari program tersebut dibuat, sudah ada 1 juta pelaku UMKM berpindah dari offline ke online.

Hal senada juga disampaikan oleh William Tanuwijaya. Menurut data yang ada, dirinya menyampaikan bahwa pandemi mendorong kesadaran pelaku bisnis dan masyarakat untuk masuk ke era digital. Ia sepakat bahwa pandemi yang terjadi telah mendorong percepatan transformasi digital yang ada.

“Di China saat ini transaksi digital mencapai 35%, di US saja baru 15%. Namun di Indonesia bila melihat beberapa sumber data menyebutkan transaksi digital kita baru 5% bahkan ada yang menyampaikan 3%,” tambah William.

Kamu Orang Pemula Dalam Hal Belanja Online? Perhatikan 6 Tips di Bawah Ini

Sebut Banyak Usaha Bangkrut Karena e-Commerce, Wali Kota Airin Minta UMKM Melek Digital

Pandu yang juga seorang investor startup menambahkan bahwa pandemi justru mempercepat perencanaan yang telah dibuat.

Business Plan yang telah disusun untuk 2022 justru langsung dieksekusi di tahun ini. Ia melihat bahwa saat ini telah terjadi irreversible trend dan perubahan pola penjualan.

Melalui e-commerce yang ada sekarang kebutuhan masyarakat lebih cepat terpenuhi dan mampu menolong jutaan pelaku UMKM.

Rachmat Kaimuddin, CEO baru Bukalapak juga berbagi bahwa di kondisi yang berat saat ini para pelaku industri digital perlu lebih kreatif dan inovatif.

“Kita harus bersama-sama mendukung program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19,” ujar Rachmat.

Di akhir acara, Pandu mengingatkan bahwa perjalan industri digital Indonesia masih panjang. Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak proses yang harus dilalui.

Pelaku industri digital Indonesia masih harus terus belajar dari negara-negara yang perkembangannya sudah lebih cepat seperti US, China bahkan dari Singapura.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved