Breaking News:

Dirut Transjakarta Jelaskan Kronologis PHK 8 Karyawannya

Dirut Transjakarta membantah bahwa hal tersebut (pengaduan ke polisi) menjadi sebab dipecatnya Karyawan Perusahaan milik Pemprov DKI itu

Editor: Muhammad Zulfikar
PT TransJakarta
Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), pada Jumat (29/5/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - PT Transjakarta melakukan PHK kepada 8 orang yang melaporkan Dirut Sardjono Jhony Tjitrokusumo ke Polda Metro Jaya senin (31/8/2020) kemarin.

Dirut Transjakarta membantah bahwa hal tersebut (pengaduan ke polisi) menjadi sebab dipecatnya Karyawan Perusahaan milik Pemprov DKI itu.

"Bukan begitu ceritanya, aduan mereka itu terkait upah lembur nasional tahun 2015 s/d 2019, nah SK Direksi terkait hal itu sudah diterbitkan diakhir 2019. Masalah lembur sudah clear bahkan dengan 3 serikat pekerja yang ada waktu itu," kata Jhony melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (2/9/2020).

"Sedangkan PHK mereka sudah dijatuhkan skorsing dulu seminggu sebelumnya atas pelanggaran kategori berat terhadap peraturan perusahaan, gitu lho urutannya. Jadi gak ada itu mereka di PHK karena lapor polisi," jelasnya.

Lebih lanjut Jhony menjelaskan, bahwa dirinya baru bergabung dengan PT Transjakarta sebagai Dirut pada 27 Mei 2020, sehingga manajemen Transjakarta tidak memiliki dasar untuk membayarkan tuntutan tersebut.

4 Halte Transjakarta Bakal Terintegrasi dengan Stasiun Commuter Line

PT Transjakarta Ingatkan Calon Penumpang Soal Aturan Naik Bus Selama Pandemi Covid-19

"Mereka itu adalah serikat pekerja ke 4 yang didirikan belakangan, setelah SK Direksi terkait pembayaran upah lembur libur nasional itu diberlakukan. Saya sendiri kan baru gabung jadi Dirut akhir Mei 2020, ya kan jadi aneh tiba tiba saya yang dilaporkan? Lalu 4 tahun kemarin mereka ngapain aja?" ujar Jhony menjelaskan duduk persoalan.

Tuntutan karyawan atas Upah lembur nasional itu dianggap wajar oleh manajemen Transjakarta karena berhubungan dengan hak-hak mereka sebagai karyawan.

"Saya sih memahami yaa tuntutan mereka, dan sudah pernah kita kasih solusi di depan puluhan orang, dan di depan 4 serikat pekerja Transjakarta termasuk mereka. Jadi nggak apa-apa kalau mereka laporkan ke polisi walaupun itu salah alamat menurut saya, ya namanya juga usaha, mereka kan merasa sedang memperjuangkan hak nya," tutur Jhony.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved