Breaking News:

Sepekan, Polisi Cokok 13 Penjual Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik di Kabupaten Tangerang

Satresnarkoba Polresta Tangerang meringkus 13 tersangka penjual obat-obat daftar G atau obat keras tanpa izin edar.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Satresnarkoba Polresta Tangerang mengamankan 13 tersangka penjual obat-obatan terlarang berkedok toko kosmetik di kawasan Kabupaten Tangerang, Rabu (2/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - Satresnarkoba Polresta Tangerang meringkus 13 tersangka penjual obat-obat daftar G atau obat keras tanpa izin edar.

Ketiga belas tersangka itu dibekuk dalam waktu satu pekan yakni, SE, DR, KHM, MS, MM, MD, SP, HT, RS, SN, RR, MF, DAN MM.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, satu dari ke-13 tersangka merupakan residivis kasus yang sama dan baru bebas 3 bulan lalu.

Para tersangka, dicokok di beberapa tempat diantaranya Kecamatan Panongan, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Cisoka, Kecamatan Jayanti, dan Kecamatan Balaraja.

Diminta Transfer Menang Lelang, Kaesang Jebak Penipu di Medsos: Anda Udah Cek Instagram Saya?

"Modus mereka mengedarkan obat-obat daftar G antara lain hexymer, tramadol, dan alfazolam tanpa izin edar dengan berkedok sebagai pedagang kosmetik," jelas Ade di Mapolresta Tangerang, Rabu (2/9/2020).

Ade menambahkan, harga obat-obat daftar G yang dijual para tersangka sangat terjangkau berkisar Rp 1.000 hingga Rp 4.000 per butir.

Dengan harga itu, menurutnya, banyak anak muda yang menjadi konsumen para tersangka.

"Apabila orang mengonsumsi tidak sesuai resep dokter, maka akan berdampak halusinasi dan jantung berdegup kencang, dan sesak napas, hingga berhenti bernapas," tutur Ade.

Polisi Sita Alat Kontrasepsi dan Obat Perangsang saat Pesta Gay di Kuningan, Ada Pasangan Gay Kabur

Para tersangka, mengaku mendapatkan obat-obat itu dari kurir yang mereka tidak kenal.

Namun, kata Ade, keterangan itu masih didalami dan pihaknya tengah mengejar pemasok obat-obat terlarang tersebut.

Para tersangka disangkakan Pasal 197 ayat (1) sub Pasal 196 ayat (1) Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Dari tangan para tersangka, diamankan barang bukti 53186 butir tramadol, 64932 butir hexymer, dan 310 butir alfazolam.

Viral di Media Sosial, Fira Cukupi Kebutuhan Sehari-hari dari Keuntungan Jualan Kue di Jakarta Timur

"Kami berharap masyarakat proaktif memberi informasi agar peredaran ilegal obat-obat daftar G itu dapat dicegah," pungkas Ade.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved