Breaking News:

Jumlah Gugatan Cerai di PN Jakarta Timur Meroket Saat Pandemi, Mayoritas Pasutri Baru

Melonjaknya kasus perceraian saat pandemi Covid-19 ikut dicatat Pengadilan Agama Jakarta Timur yang berlokasi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas.

Tribunjabar.id/Lutfi A Mauludin
Ilustrasi: Warga Bandung antre mendaftar dan sidang gugat cerai di PA Soreang Kabupaten Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Melonjaknya kasus perceraian saat pandemi Covid-19 ikut dicatat Pengadilan Agama Jakarta Timur yang berlokasi di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas.

Bila sebelum pandemi total gugatan cerai yang masuk dalam satu bulan berkisar 450 hingga 500 kasus, bulan Juni 2020 jumlah melonjak jadi 900 kasus.

Humas sekaligus Hakim Pengadilan Agama Jakarta Timur, Istiana mengatakan jumlah tersebut melonjak sekitar 50 persen bila dibanding sebelumnya.

"Bulan Maret, April, Mei kan Covid-19, kita stuck (tutup) enggak ada aktivitas. Juni mulai dibuka langsung 900 kasus," kata Istiana saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2020).

Dari 900 gugatan tersebut hanya segelintir pasangan suami istri yang setuju melanjutkan rumah tangganya setelah dimediasi Majelis Hakim.

Ironisnya mayoritas pasangan suami istri yang mengajukan gugatan baru menikah atau usia rumah tangganya masih di bawah lima tahun.

"Ada yang baru satu tahun, dua tahun. Ada juga yang lima tahun pertama perkawinan. Kata psikolog tujuh tahun perkawinan awal masa adaptasi. Kalau itu berhasil berarti di tujuh tahun ke dua itu sukses," ujarnya.

Mayoritas gugatan diajukan pihak istri karena masalah ekonomi akibat suami mereka jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Realisasi APBD Kota Bekasi Baru Mencapai 2,8 Triliun Hingga Agustus 2020, Targetnya Rp 5 Triliun

Bayar Rp 150 Ribu, Peserta Pesta Seks Gay di Apartemen Jaksel Mainkan Berbagai Perlombaan

Namun Istiana menuturkan jumlah gugatan cerai yang masuk ke Pengadilan Agama Jakarta Timur selepas bulan Juni berangsur menurun.

"Pelan-pelan mulai kembali ke angka normal. Tapi tetap permasalahan mengajukan gugatan cerai utamanya karena ekonomi," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved