Pembunuh Pengusaha Pelayaran Ditangkap

Polisi Gandeng Auditor Independen Usut Penggelapan Pajak Karyawati Otak Pembunuh Bos Pelayaran

Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan NL, karyawati otak pembunuhan bos pelayaran Sugianto (51) di Kelapa Gading.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi masih menyelidiki kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan NL, karyawati otak pembunuhan bos pelayaran Sugianto (51) di Kelapa Gading.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pihaknya tengah menggandeng auditor independen untuk mengusut dugaan penggelapan pajak itu.

"Sekarang sedang menyiapkan auditor independen untuk mengetahui kerugian perusahaan," kata Wirdhanto, Kamis (3/9/2020).

Menurut Wirdhanto, auditor independen yang disiapkan ini akan bertugas mengecek keuangan perusahaan.

Nantinya, auditor akan mengecek hal-hal yang berkaitan dengan kerugian terkait pajak perusahaan.

"Dikhususkan apakah ada indikasi penggelapan yang dilakukan oleh karyawannya atas nama NL ini," ucap Wirdhanto.

Sebelumnya, kerabat Sugianto mendatangi Mapolres Metro Jakarta Utara untuk membuat laporan terkait dugaan penggelapan pajak yang dilakukan NL.

Salah seorang kerabat korban, Hari Susanto mengatakan, laporan ini terkait NL yang diduga melakukan penggelapan keuangan di perusahaan Sugianto, PT Dwi Putra Tirtajaya.

"Ada kasus lain tentang penggelapan keuangan perusahaan. (Laporan ditujukan kepada) NL, pelaku intelektual," kata Hari di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (26/8/2020).

Hari mengatakan, NL diduga melakukan penggelapan uang sejak tahun 2015 lalu.

NL sendiri diketahui sudah bekerja di perusahaan milik Sugianto sejak tahun 2012.

Belakangan, sebelum penembakan terjadi, NL sempat mendapatkan perilaku tidak menyenangkan dari Sugianto.

Terutama perilaku Sugianto yang kerap kali menyebutnya sebagai perempuan 'tidak laku' dan mengajaknya berhubungan badan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved