Breaking News:

Sebaran Covid 19 di Klaster Industri

Gubernur Ridwan Kamil: Bupati Bekasi Bisa Terapkan Jam Malam untuk Pembatasan Kegiatan

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan protokol kesehatan

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Instagram @ekasupriaatmaja
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja (kiri) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) saat melakukan kordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Bekasi, Cikarang, Jumat, (4/9/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG PUSAT - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, Bupati Bekasi boleh memberlakukan jam malam untuk membatasi kegiatan masyarakat akibat meningkatnya kasus penularan Covid-19.

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Bekasi untuk meninjau langsung pelaksanaan protokol kesehatan di pabrik kawasan industri.

Kunjungan ini juga merupakan bentuk kordinasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait, maraknya kemunculan klaster penularan Covid-19 di sejumlah industri.

Pantau Aktivitas Pekerja, Gubernur Ridwan Kamil Wajibkan Karyawan Pabrik Isi Buku Harian

"Pembatasan kegiatan, jadi pak Bupati bisa meniru kalau memang sudah emergency ya seperti di Bogor, Depok kan ada jam malam," kata pria yang akrab disapa Emil, Jumat, (4/9/2020).

Pembatasan kegiatan jam malam ini lanjut dia, melarang aktivitas masyarakat seperti berkumpul di tempat publik dari pukul 18.00 atau 19.00 WIB.

"Kegiatan umum sudah berhenti jam 6 sor atau jam 7 yah, diskresinya ada di bupati wli kota, kalau dari gubernur hanya panduan-panduan," terang dia.

Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan Wali Kota Bogor dan Depok yang telah memberlakukan jam malam di wilayahnya masing-masing.

Menurut dia, penarapan Pembatasan Sosial Bersakal Besar (PSBB) proposional yang sampai saat ini diberlakukan di Jawa Barat masih sangat efektif.

Menurut dia, angka rasio penularan Covid-19 di wilayah Jawa Barat saat ini fluktuatif di kisaran 0,8 lalu naik 1,7 hingga pekan terakhir di angka 0,9.

"Ini rasio datang dari dua hal, ada PSBB di Bodebek lalu PSBM yang skala mikro ya di wilayah-wilayah non Bodebek," terang Emil.

"Ditambah dengan kebijakan yang lebih ketat seperti jam malam saya kira itu kami apresiasi," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved