Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Wagub DKI: Banyak Pekerja Kena PHK Jadi Alasan Warga Naik Angkutan Umum Saat Pandemi Covid-19

Ia pun menduga, peningkatkan jumlah penumpang angkutan umum terjadi akibat memburuknya kondisi ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota DKI, Jumat (4/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, peningkatan 3,5 persen jumlah penumpang angkutan umum tak ada kaitannya dengan penerapan ganjil genap.

Sebab, pihaknya gencar mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk menerapkan sistem bekerja dari rumah (work from home/WFH).

"Kalau boleh jujur kan yang naik kendaraan umum berkurang karena tidak bekerja, karena WFH, bekerja dari rumah, enggak keluar," ucapnya, Jumat (4/9/2020).

Ia pun menduga, peningkatkan jumlah penumpang angkutan umum terjadi akibat memburuknya kondisi ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Situasi ini semakin diperparah dengan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas banyaknya usaha yang gulung tikar.

Data dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan, Energi DKI Jakarta mencatat, setidaknya ada 323.234 pekerja terdampak pandemi Covid-19.

"Bisa saja peningkatakan disebabkan ekonomi memburuk, pendapatan orang berkurang. Sehingga yang tadinya naik mobil berpikir ulang karena lebih hemat naik umum," ujarnya di Balai Kota DKI.

Penerapan ganjil genap di masa pandemi Cobid-19 ini sendiri mendapat banyak protes dari banyak kalangan.

Salah satunya dari Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang meminta Pemprov DKI mengevaluasi kebijakan pembatasan kendaraan pribadi itu.

Sebab, terjadi penumpukan penumpang KRL dan bus Transjakarta di jam-jam sibuk di pagi dan malam hari.

"Mungkin (peningkatan penumpang) karena ekonomi ya, tapi apa yang jadi perhatian pak Doni akan kami perhatikan, kami evaluasi dengan Dishub dan juga Polda," kata Ariza, sapaan akrab Riza Patria.

Dalam penerapan kembali ganjil genap ini, Ariza mengakui, tujuannya ialah untuk membatasi ruang gerak masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Ganjil genap dulu sebelum pandemi untuk membatasi kepadatan. Lalu selama pandemi kami tiadakan," tuturnya.

"Di PSBB transisi berlaku kembali di awal Agustus untuk membatasi warga keluar rumah," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved