Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Homestay di Pulau Seribu Diawasi Petugas, Siap Ditutup Kalau Tak Ikuti Aturan Pencegahan Covid-19

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menegaskan, homestay yang tidak mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19 akan ditutup.

Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU - Pengawasan protokol pencegahan Covid-19 terus dilakukan di Kabupaten Kepulauan Seribu yang menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang tidak termasuk zona merah virus corona.

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi ini, pihak Kabupaten Kepulauan Seribu kembali mewanti-wanti semua stakeholder untuk mentaati aturan yang diterapkan.

Salah satunya terhadap para pengelola homestay di Kepulauan Seribu.

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menegaskan, homestay yang tidak mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19 akan ditutup.

"Kita akan berikan sanksi tegas, jika upaya persuasif sudah dilakukan dan tidak juga dijalankan," kata Junaedi, Sabtu (5/9/2020).

Homestay dinyatakan tidak mentaati protokol kesehatan apabila, misalnya, tidak menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan serta alat ukur suhu tubuh.

Pasalnya, fasilitas tersebut wajib disediakan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

"Monitoring akan rutin dilakukan setiap akhir pekan di wilayah Kepulauan Seribu, seperti di pulau permukiman maupun pulau resor yang selalu ramai wisatawan," jelas Junaedi.

Update Covid-19 di DKI: Total Kasus 45.446, Sembuh 33.99, dan Meninggal 1.277 Orang

Adapun penegakkan terhadap homestay yang tak mentaati aturan digelar seiring monitoring pengawasan PSSB dan gerakan 3M di Kepulauan Seribu.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran petugas misalnya Pulau Pramuka di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara serta lokasi wisata yang ada di Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Dalam razia hari ini, petugas menemukan homestay yang belum menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Satu home stay belum maksimal melaksanakan protokol kesehatan seperti tidak ada sarana cuci tangan, thermogun dan tingkat kebersihannya masih kurang," kata Junaedi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved