Antisipasi Virus Corona di DKI
Wakil Ketua DPRD DKI Minta Anies Baswedan Tiadakan Ganjil Genap di Jakarta
Mohamad Taufik setuju dengan masukan Satgas Penanganan Covid-19 yang meminta Pemprov DKI mengevaluasi kembali kebijakan ganjil genap
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik setuju dengan masukan Satgas Penanganan Covid-19 yang meminta Pemprov DKI mengevaluasi kembali kebijakan ganjil genap.
"Kalau sementara ditiadakan ya boleh-boleh saja. Kami sih setuju saja kalau sementara ditiadakan. Tapi, evaluasinya mesti benar," ucapnya, Sabtu (5/9/2020).
Menurutnya, bila hasil evaluasi menunjukan peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini turut dipengaruhi oleh kebijakan ganjil genap, maka aturan itu sebaiknya ditiadakan sementara waktu.
"Kalau gitu kan berarti ada klaster baru dong, klaster transportasi umum. Makanya harus dikaji," ujarnya saat dikonfirmasi.
• Heboh Cuitan Dugaan Pelecehan, Keponakan Prabowo Geram: Saya Perempuan Bukan Berarti Bisa Dilecehkan
• Gudang Limbah Samping Kamar Mayat RSUD Kabupaten Bekasi Terbakar
Namun, bila tidak terbukti muncul klaster baru di angkutan umum, maka Taufik meminta Pemprov DKI tetap menerapkan pembatasan kendaraan dengan mekanisme ganjil genap ini.
"Kalau benar itu hasil evaluasinya (ada klaster angkutan umum), kemudian menyebabkan bertambah orang terpapar boleh saja (gage ditiadakan). Tapi kalau enggak, untuk apa?," kata dia.
Untuk mengantisipasi peningkatan 3,5 persen penumpang sesuai dengan kajian Satgas Penanganan Covid-19, Taufik menyarankan Pemprov DKI menambah jumlah armada angkutan umum.
"Kalau mestinya 100 (penumpang) di satu bus, karena pembatasan 50 persen, maka mesti disiapkan 2 bus. KRL juga gitu, gerbongnya mesti ditambah," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wakil-ketua-dprd-dki-mohammd-taufik-saat-ditemui-di-gedung-dprd-dki.jpg)