Breaking News:

Cerita Yunus, WBP Di Lapas Cipinang Lepas Rindu Via Daring Selama Pandemi Covid-19

Imbas pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan oleh sejumlah instansi berdampak bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Yunus, WBP di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Imbas pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan oleh sejumlah instansi saja.

Namun, imbas pandemi turut berdampak bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pasalnya, akibat Covid-19 para WBP tak lagi bisa bertemu dengan keluarganya secara tatap muka.

Satu diantara WBP di Lapas Narkotika Klas IIA Cipinang, Yunus Nurviadi (33) mengatakan hanya bisa berbincang dengan keluarganya melalui telekonfrens terjadwal.

Dipermalukan Bulgaria 3-0, Penyebab Kekalahan Timnas U-19 Indonesia Terungkap

"Saya mewakili teman-teman di lapas ini pastinya sangat senang. Kita diberikan pihak lapas di masa pandemi untuk berkomunikasi dengan keluarga. Karena kita di sini disediakan telekonfrens. Dan, semua antusias serta merespon dengan baik," katanya kepada awak media, Sabtu (5/9/2020).

Kendati begitu, Yunus mengatakan telekronfrens atau video call dengan keluarga yang disediakan sangat membantu para narapidana untuk melepas kerinduan mereka.

"Meskipun hanya melalui telekonfres atau video call yang dilakukan tapi kami merasa sangat senang. Sangat lega bisa ungkapin, biaa melepas semua kerinduan kita kepada orang-orang tercinta," jelasnya.

Selain itu, video call juga berguna untuk mengabari mereka bila terjadi keadaan mendesak pada keluarga.

Sehingga, meski tak bertatap muka langsung, para narapidana bisa mengetahui kabar mendesak seperti kabar duka melalui video call tersebut.

Hasil UEFA Nations League: Inggris dan Perancis Menang Tipis, Portugal Tampil Mendominasi

"Di awal masa pandemi, saya dapat kabar orang tua (ibu) saya meninggal karena sakit asma. Dapat kabar pagi. Jadi sekitar pukul 21.00 WIB, keluarga saya coba berkoordinasi dengan pihak lapas di sini. Untuk jaga protokol saya juga tetep komunikasi melalui telekonfrens tersebut. Jadi sangat membantu," jelasnya.

Sejauh ini, Yunus bersama narapidana lainnya terus saling menguatkan dan memberikan support atau dukungan satu sama lain.

Menurutnya dukungan memang menjadi kunci selama para narapidana hanya bisa bersua via daring, selain mengingatkan protokol kesehatan antar narapidana.

Dipukul dari Belakang Sampai Tersungkur, Sopir Bajaj di Pasar Rumput Terima 3 Jahitan di Kepala

"Saya dan teman saya coba kasih solusi dan pemahaman serta motivasi untuk mereka (narapidana lainnya). Mereka membutuhkan semangat untuk menjalani hidup terutama dalam menjalani sisa masa pidana mereka masing-masing di sini. Sebab ini bukan akhir dari segalanya," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved