Breaking News:

Jelang Pilkada Depok dan Tangsel, AMSI Ingatkan Masyarakat Jangan Percaya Hoaks

Berita bohong dan ujaran kebencian kerap muncul dibarengi peristiwa besar seperti musim Pilkada

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
(Shutterstock)
Ilustrasi hoaks, hoaxIlustrasi hoaks, hoax 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel) sebentar lagi akan berlangsung.

Masing-masing tim dari pasangan calon pemimpin itu pun gencar menggunakan media sosial guna menarik perhatian masyarakat.

Karena itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan media sosial menjelang Pilkada tersebut.

"Karena media sosial sangat rawan dengan penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian (hate speech)," kata Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, dalam keterangan resminya kepada Wartawan, Minggu (6/9/2020).

Ditambah dengan adanya pandemi virus corona Covid-19.

Dia mengatakan, berita bohong dan ujaran kebencian kerap muncul dibarengi peristiwa besar seperti musim Pilkada.

"Hoaks dan hate speech itu pasti dimainkan, karena itu hakekatnya menumpang pada gelombang peristiwa besar," ucap Wenseslaus.

"Nah, gelombang raksasa itu kan pandemi Covid-19, kemudian datang lagi Pilkada," lanjutnya.

Menurutnya, informasi hoaks di daerah seperti Depok dan Tangsel sulit diperangi jika dikomparasikan dengan wilayah perkotaan.

"Kalau di pusat mungkin itu banyak media-media besar seperti televisi dan media online yang memerangi hoaks," tuturnya.

"Tapi kalau di daerah ini hampir tidak ada yang bersihkan. Ini yang menjadi subur di daerah, apalagi musim Pilkada," sambungnya.

Daftar Pilkada Gunungkidul, Mayor Sunaryanto Sungkem ke Orangtua

Perindo Dukung Mayor Sunaryanto di Pilkada Gunungkidul

PAN Pilih Dukung Pradi-Afifah Ketimbang Idris-Imam di Pilkada Depok 2020, Ini Alasannya

Agar terhindar dari berita yang menyesatkan, Wenseslaus meminta masyarakat agar memilah informasi dari sumber resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Untuk hindari itu, saat masyarakat membaca informasi pastikan dari sumber yang resmi, informasi yang resmi, agar tidak bingung mencari rujukan," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved