Breaking News:

Curahan Hati Napiter Remaja yang Ingin Jadi Guru yang Handal Bahasa Arab Usai Bebas dari Penjara

Menjadi narapidana terorisme (Napiter) tidak selamanya menutup Cita-cita terdakwa untuk mempunyai hidup lebih baik setelah bebas dari hukumannya.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Bengkel di Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang tempat anak-anak WBP untuk belajar melanjutkan studinya walai berada di dalam Lapas, Senin (7/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Menjadi narapidana terorisme (Napiter) tidak selamanya menutup Cita-cita terdakwa untuk mempunyai hidup lebih baik setelah bebas dari hukumannya.

Terutama bila narapidana tersebut masih berumur belia.

Seperti yang dialami SP, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) alias Napiter tersebut mempunyai mimpi yang mulia bila sudah bisa menghirup udara bebas.

Remaja usia 18 tahun tersebut divonis dengan Pasal 15 Tahun 2002 dan sudah satu tahun menjalani hukumannya di Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang.

Bila sudah bebas, ia bercerita ingin menjadi seorang guru untuk menceritakan kesalahannya selama hidup dan membina akhlak dari murid-muridnya.

SP (18) seorang napiter remaja yang belajar ilmu sebagai mekanik di Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Senin (7/9/2020).
SP (18) seorang napiter remaja yang belajar ilmu sebagai mekanik di Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Senin (7/9/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Buka usaha Insha Allah sama jadi seorang guru untuk mengajar murid-murid nanti. Karena di dalam sini (Lapas) banyak pelajaran yang bisa diambil dan diajarkan," kata SP di LPKA Kelas I Tangerang, Senin (7/9/2020).

Ia juga berniat untuk mengasah ilmu bahasa arabnya yang kelak akan jadi bekal mengajar orang sekitarnya.

Sungguh terpuji, ternyata SP yang berbadan tinggi tersebut sudah terbiasa dan membiasakan diri membaca kitab suci Alquran setiap harinya.

"Cuma menguasai sebagian kecil (bahasa arab). Di sini (Lapas) baca Alquran setiap hari, bahasa Arab mungkin masih bisa ambil dari referensi buku-buku di sini saja," cerita SP.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved