Breaking News:

Doa Perampok Sadis Terucap Selagi Kuburkan Korbannya, 7 Tahun Berlalu Baru Terjawab

Seorang perampok sadis dan tanpa ampun, pernah merapal doa ketika menggali kubur korbannya. Tujuh tahun berlalu setelah kejadian itu, doanya terjawab.

Editor: Muji Lestari
iStock
Ilustrasi berdoa. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALEMBANG - Seorang perampok sadis dan tanpa ampun, pernah merapal doa ketika menggali kubur korbannya. 

Tujuh tahun berlalu, doanya terjawab.

Para korban perampokan komplotan Muslimin dan empat kawanannya yang masih bertalian darah, selalu berakhir tinggal nama.

Sepak terjang Muslimin selama dua kali merampok di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, begitu sadis.

Satu korbannya oleh para pelaku dibuang ke sungai, tapi akhirnya berhasil ditemukan dan sudah meninggal dunia.

Tidak seperti korban pertama, kali ini jasad Sidik Purwanto (60) oleh Muslimin dikuburkan.

Dengar suara Tangisan Pukul 2 Pagi, Warga di kota Bandung Terkejut Lihat Isi Kardus di Depan Rumah

Muslimin dibantu oleh rekannya Yuliana alias Lebek.

Entah mereka menguburkan korban sesuai syariat atau sekadar untuk menghilangkan jejak.

Pernah Muslimin mengucap doa ketika menguburkan mayat Sidik Purwanto.

Peristiwa tujuh tahun lalu itu dikenang Muslimin dengan penuh penyesalan, setelah polisi menangkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved