Kanker Payudara: Gejala, Pengobatan dan Cara Mendeteksinya
Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit ganas yang banyak ditemui.
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit ganas yang banyak ditemui.
Meski dapat menyerang pria, namun kebanyakan kanker payudara terjadi pada wanita.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk melakukan deteksi dini agar dapat segera ditangani sebelum terlambat.
Medical Department Kalbe, Dokter Hastarita Lawrenti mengungkapkan kanker payudara umumnya menyerang kelenjar penghasil susu pada payudara juga pada saluran duktus, atau saluran yang membawa air susu di payudara.
Meski begitu, bukan berati sel-sel kanker tak bisa bertumbuh pada jaringan payudara lainnya.
"Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang payudara. Salah satu opsi bagi pasien yang telah terdiagnosa kanker payudara pada stadium tertentu adalah dengan melakukan operasi pengangkatan," kata dia dalam webinar Kalbe, Selasa (8/9/2020).
Pada stadium awal, biasanya penderita tidak merasakan adanya benjolan atau gejala-gejala tertentu.
Namun ketika kanker sudah cukup besar barulah kemudian muncul beberapa tanda juga gejala.
Seperti adanya benjolan yang terkadang terasa nyeri atau bahkan tidak nyeri, iritasi kulit atau dimpling, serta retraksi puting payudara.
Retraksi puting payudara merupakan kondisi dimana puting tertarik ke dalam.
Selain itu juga ada nipple discharge atau keluarnya cairan tertentu dari payudara, hingga pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau sekitar leher.
"Itulah sebabnya kenapa pada saat kita melakukan periksa payudara, yang kita lakukan pemeriksaan nya adalah bukan hanya fokus pada payudara. Tetapi kita juga fokus pada daerah ketiak ya, karena ada gejala pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, kemudian juga di daerah sekitar leher," ungkapnya.
Pada pasien penderita kanker payudara, biasanya dokter akan melakukan sejumlah tatalaksana dalam hal pengobatan.
Mulai dari pembedahan, terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi, serta terapi target.
Pada tindakan pembedahan, biasanya meliputi pengangkatan sel-sel kanker atau benjolan di payudara, hingga pengangkatan pada seluruh jaringan payudara.
Deteksi Dini Secara Mandiri di Rumah
Agar tidak terlambat untuk diobati, sebaiknya segera lakukan deteksi kanker payudara sedini mungkin.
Penting bagi Anda untuk mengenali bentuk normal payudara sendiri.
Tujuannya, untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahan bentuk pada payudara dari waktu ke waktu, contohnya seperti timbul benjolan yang terkadang terasa nyeri, atau bahkan tidak nyeri.
Dokter Hastarita membagikan tips untuk Anda melakukan deteksi dini kanker payudara secara mandiri dari rumah dengan cara yang sederhana.
"Ini bisa mulai pada saat usia akil baligh. Artinya pada saat perempuan sudah memasuki menstruasi, itu bisa dilakukan deteksi dini dengan cara yang paling murah, sederhana, dan mudah. Caranya lakukan dengan Sadari yaitu periksa payudara sendiri" kata dia.
Hal pertama yang perlu dilakukan, adalah bercermin dengan keadaan tanpa busana.
Saat bercermin, perhatikan bentuk payudara Anda dalam kondisi normal. Setelah itu, angkatlah sedikit tangan ke atas untuk memberikan sedikit penekanan di daerah dada.
Perhatikan apakah ada perubahan bentuk atau kelainan pada payudara, atau tidak.
Selanjutnya, Anda bisa meletakan tangan di pinggang sambil membusungkan dada.
Perhatikan dengan jelas ada atau tidaknya perubahan bentuk atau kelainan pada payudara Anda.
Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan dengan cara berbaring.
"Kalau berbaring, kita periksa payudara yang kanan dengan tangan kiri, dan payudara yang kiri dengan tangan kanan. Tetapi untuk memberi sedikit penekanan di daerah dada, maka tangan yang sebaliknya itu kita letakan di belakang kepala," ujarnya.
Saat berbaring, letakan tangan kanan di belakang kepala, setelah itu gunakan ujung jari tangan kiri untuk meraba seluruh permukaan payudara yang kanan.
• Miniatur Kereta dan Lokomotif di Manggarai, Iskandar Jual ke Malaysia Hingga Singapura
• Eks Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl Meninggal Dunia di Austria, Berikut Perjalanan Kariernya
• Jadwal dan Spoiler One Piece Chapter 990: Hawkins Meramal Peluang Menang Luffy Hanya 1 Persen?
Kemudian, lakukan cara tersebut dengan sebaliknya pada sisi payudara yang kiri.
Selain pada daerah payudara sendiri, pemeriksaan kanker payudara biasanya juga dilakukan pada daerah ketiak.
Sebab, selain adanya kelainan pada payudara salah satu gejala kanker payudara adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah ketiak, atau leher.
Karena itu penting bagi Anda untuk memeriksa daerah ketiak juga saat mendeteksi adanya kanker payudara.
"Jangan lupa, menekan puting payudara untuk melihat apakah keluar cairan atau tidak. Nah semua harus teraba sepenuhnya untuk melihat apakah ada benjolan dan sebagainya. Ini bisa dilakukan searah jarum jam, dan dilakukan setiap bulan. Paling engga setiap 7-15 hari setelah hari haid pertama," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kanker-payudara_20180325_135959.jpg)