Tanggapan Warga Minangkabau terhadap Pernyataan Cucu Soekarno Puan Maharani

Ketua DPP PDIP dan sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani, menuai kritik dari warga Minangkabau, Sumatra Barat.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ketua DPR Puan Maharani ketika dijumpai wartawan di Balairung Universitas Indoneia, Beji, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua DPP PDIP dan sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani, menuai kritik dari warga Minangkabau, Sumatra Barat.

Sebab, cucu Presiden Soekarno itu berharap warga Sumatera Barat menjadi provinsi yang mendukung Pancasila.

Karena hal itu, beberapa warga Minangkabau ada yang merasa tersinggung.

Bahkan mereka sempat mendesak Puan Maharani meminta maaf hingga PDI Perjuangan absen dari Pemilihan Gubernur di Sumatra Barat.

Polantas Tangsel Periksa CCTV Lacak Konvoi Moge dan Patwal yang Menerobos Lampu Merah

Satu di antara warga Minangkabau, Alvon Kurnia Palma, menilai pernyataan cucu Presiden Soekarno itu merupakan dialektika.

"Adanya pernyataan Puan, menstimulus untuk belajar sejarah dan mengetahui makna peran dan perjalanan sejarah minang saat proklamasi," kata Alvon, sapaannya, dalam keterangan resminya kepada Wartawan, Selasa (8/9/2020).

"Seharusnya ini dapat menjadi pembelajaran bagi semuanya," lanjut dia.

Menurut dia, pernyataan Puan sebaiknya tak dijadikan alat yang menimbulkan polemik panas di tengah masyarakat.

"Justru dapat diambil ikhtiar dan dijadikan pelajaran agar tetap menjaga perdamaian," tambahnya.

Mengutip pepatah penduduk Minangkabau, Alvon memberikan suatu kalimat khas.

Jika ada kekusutan dari anak atau kemenakan di Minang, mereka sendiri yang akan menyelesaikannya.

"Bak pepatah minang 'kusuik kusuik bulu ayam, paruah juo nan ka manyalasian'," ucap Alvon.

"Kusut-kusut bulu ayam, paruh si ayam sendiri yang akan menyelesaikannya. Itu makna yang dapat diambil dari realitas. Saat ini tinggal pembelajaran dari konteks apa yang disebut Puan," tutupnya.

Melansir laman Tribunnews.com, Tokoh masyarakat Minang, HM Darmizal MS, angkat bicara perihal pernyataan Puan ihwal 'Semoga Sumbar (Sumatra Barat) mendukung negara Pancasila'.

Dia menilai, ucapan Puan dilontarkan saat pengumuman cagub-cawagub Sumbar yang didukung oleh PDI Perjuangan, diklaim sebagai slip of the tongue atau keseleo lidah.

Darmizal mengatakan, sebenarnya Puan menyampaikan harapan agar masyarakat Minang lebih Pancasilais.

"Tentu tidak hanya Sumbar, akan tetapi seluruh warga negara Indonesia di manapun juga harus lebih Pancasilais," kata Darmizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2020).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved