Alami Ini saat Main hingga Alat Vital Bengkak, Bocah Yatim Perutnya Terpaksa Dilubangi Demi Bisa BAB

Seorang bocah yatim bernama Achmad Syawaludin Akbar sudah enam bulan ini tak bisa buang air besar (BAB) secara normal.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
Kompas.com
Seorang bocah yatim bernama Achmad Syawaludin Akbar sudah enam bulan ini tak bisa buang air besar (BAB) secara normal. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang bocah yatim bernama Achmad Syawaludin Akbar sudah enam bulan ini tak bisa buang air besar (BAB) secara normal.

Siswa kelas IV sekolah dasar itu terpaksa buang hajat melalui lubang yang dibuat dokter di perut bagian kirinya.

TONTON JUGA

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, lubang di perutnya juga membuat Akbar tak bisa beraktivitas dan hanya terbaring di atas ranjang.

Setiap setengah jam sekali, ibunda Akbar Rodiyah (47) harus membersihkan lubang tersebut.

"Buang hajatnya lewat lubang itu. Saya bersihkan setiap setengah jam," ungkap Rodiyah kepada Kompas.com, pada Rabu (9/9/2020).

Penderitaan Akbar bermula karena kejadian sekitar satu setengah yang lalu.

Saat itu Akbar bersama sepupunya sedang bermain dan bercanda di rumah.

Gara-Gara Permasalahan Ini dengan Dekan, Ariel Noah Tertunduk Cerita Dikeluarkan dari Kampus

TONTON JUGA

Tanpa di sengaja sepupu Akbar menendang alat vital bocah yang baru ditinggal sang ayah satu tahun lalu itu.

Rodiyah menuturkan, anak keempatnya itu sempat merasa kesakitan usai alat vitalnya terkena tendangan.

Sepekan kemudian, alat vital Akbar mengalami bengkak dan bersamaan dengan itu dia mengalami demam dan muntah-muntah.

Perkosa Adik Teman, Pria Beristri Ini Berkilah Tak Tahu Korban Masih Anak-anak: Lihat dari Posturnya

"Waktu itu saya bawa ke Puskesmas Cukir, kemudian dikasih rujukan ke RSUD Jombang," kata Rodiyah.

Di RSUD Jombang, Akbar menjalani beberapa kali operasi pada alat vital maupun usus besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved