Jakob Oetam Meninggal Dunia

Ketua Dewan Pers: Belum Ada Pengganti Jakob Oetama

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh menyebut belum ada tokoh yang bisa menggantikan sosok Jakob Oetama.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Suharno
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama saat difoto di ruang kerjanya di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Jakob Oetama, genap berusia 85 tahun pada hari ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh menyebut belum ada tokoh yang bisa menggantikan sosok Jakob Oetama.

Hal tersebut terkait pemikiran dan gagasan luar biasa pendiri Kompas Gramedia ini tak hanya di industri media namun juga di kancah nasional.

"Yang saya masih kepikir siapa penerusnya yang sekelas beliau ini. Saya belum nemu, coba anda cari siapa yg kira-kira sekelas beliau pemikirannya dan tidak memihak ke kiri kanan, beliau tetap konsisten sebagai pelopor media yang independen," kata Nuh usai melayat Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Rabu (9/9/2020).

Nuh yang mengaku kenal dengan Jakob Oetama sejak Tahun 2007 silam saat dia masih bertugas di Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut Jakob Oetama sebagai sosok yang hangat kepada siapapun.

Kenangan Ketua Dewan Pers Terhadap Jakob Oetama: Penggagas TV Digital di Indonesia

"Pertama kali saya ketemu secara fisik tahun 2007 yaitu saat saya di Kominfo. Dari situ saya beberapa kali berdiskusi dengan beliau, baik di kantor sini kantor kompas maupun beliau yang hadir di tempat saya," kata dia.

"Salah satu gagasan saat diskusi di Kominfo yaitu memanfaatkan digital deviden. Dari situlah ketemu yang namanya TV digital itu. Terus kita rancang, kita kembangkan," tambahnya.

Selain soal media, Nuh menyebut Jakob Oetama juga sangat perhatian terhadp dunia pendidikan.

Sebab, saat Nuh menjabat sebagai Mendikbud, dia kembali pernah berdiskusi dengan Jakob Oetama yang kala itu hendak mendirikan universitas.

"Berdiskusi panjang terutama yang menyangkut pendidikan yang memiliki landasan karakter termasuk yanf memanfaatkan digital itu. Dari situlah keluar Universitas Multimedia Nasional," beber Nuh.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved