Virus Corona di Indonesia

RS Rujukan Corona Hampir Penuh, Anies Baswedan Sebut Situasi Covid-19 di DKI Mengkhawatirkan

kapasitas tempat tidur di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang sudah terpakai di 67 rumah sakit rujukan itu telah mencapai 83 persen

Freepik
ilustrasi virus corona 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jelang berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, kapasitas tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta terus menipis.

Berdasarkan imformasi dari akun instagram Pemprov DK (@dkijakarta), tingkat keterisian tempat tidur di ruang isolasi 67 rumah sakit rujukan telah mencapai 77 persen.

Artinya, tersisa 23 persen dari total 4.456 tempat tidur di ruang isolasi yang disiapkan bagi pasien Covid-19.

Sedangkan, kapasitas tempat tidur di ruang Intensive Care Unit (ICU) yang sudah terpakai di 67 rumah sakit rujukan itu telah mencapai 83 persen.

Dengan demikian, tersisa 17 persen dari total 483 tempat tidur di ruang ICU bagi pasien Covid-19.

Nyaris penuhnya tempat tidur di ruang isolasi maupun ICU ini tak terlepas dari terus meningkatnya jumlah pasien aktif Covid-19 di ibu kota.

Tercatat, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai dengan Selasa (8/9/2020) kemarin sebanyak 11.030 kasus.

Adapun kasus aktif ini merupakan selisih antara tital jumlah kasus positif dikurangi angka kesembuh dan kematian akibat Covid-19.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Dwi Oktavia mengatakan, terus bertambahnya kasus aktif ini tidak terlepas dari masifnya testing yang dilakukan.

Ia menyebut, Pemprov DKI terus menggencarkan strategi 3T, yaitu testing, tracing, treatment demi menekan laju penularan Covid-19.

"Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 66.213. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 55.424," ucapnya, Selasa (8/9/2020).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini pun mengingatkan kepada masyarakat untuk turut berperan dalam upaya mengendalikan penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona (SARS-CoV-2) ini.

Caranya dengan menjalankan pola hidup 3M, yaitu mengenakan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sesering mungkin.

"Harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai Covid-19," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved