Antisipasi Virus Corona di DKI

Anies Terapkan Lagi PSBB Ketat, PDIP : Bukti Masa Transisi Gagal

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi yang sebelumya diterapkan merupakan kebijakan keliru

TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat melayat Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Rabu (9/9/2020) malam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Politisi PDIP Gilbert Simanjuntak menilai, keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginjak 'rem darurat' merupakan bukti kegagalan masa transisi yang sebelumnya diterapkan.

Menurutnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi yang sebelumya diterapkan merupakan kebijakan keliru.

"Sejak awal sudah saya sebutkan di media bahwa PSBB transisi adalah kebijakan gagal, tapi tetap saja berlanjut hingga 5 kali," ucapnya, Kamis (10/9/2020).

Imbas gagalnya kebijakan PSBB masa transisi yang sebelumnya diterapkan ini, angka kasus Covid-19 pun mengalami tren peningkatan.

Bahkan, jumlah pasien Covid-19 bertambah 1.000 orang per harinya.

Hingga Rabu (9/9/2020) kemarin, total kasus Covid-19 di ibu kota telah menembus angka 49.837 kasus.

"Semakin hari kasus semakin naik dan tidak terkendali," ujarnya saat dihubungi.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini menilai, kegagalan masa transisi yang sebelumnya diterapkan terjadi lantaran ketidaktegasan Anies dalam menegakkan aturan.

Imbasnya, masyarakat bebas beraktivitas tanpa pengawasan yang ketat dari pemerintah.

"Faktor utama penyebab kegagalan PSBB transisi adalah ketidaktegasan. Akibatnya masyarakat banyak yang tertular ulah mereka yang tidak disiplin dan tidak ditindak tegas," kata dia.

Mantan Wakil Rektor UKI ini pun mewanti-wanti Anies supaya tak mengulangi kesalahannya dan lebih tegas lagi dalam menjalankan aturan.

"PSBB ketat jangan sampai menjadi PSBB transisi nama baru. Bila ketidaktegasan merupakan penyebab gagalnya PSBB transisi, maka hal tersebut jangan sampai terulang di PSBB ketat," tuturnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menghentikan masa transisi dan menerapkan kembali PSBB total.

Adapun kebijakan rem darurat ini bakal mulai efektif berlaku pada 14 September 2020 mendatang.

Jakarta Berlakukan PSBB Total, Bagaimana Nasib Persija Jakarta dan Bhayangkara FC di Liga 1?

Jakarta PSBB Total, HIPPI DKI: Kebijakan Ini Amat Berat

Liburan di Kedai Kupi ABI, Minum Sepuasanya hingga Kolam Renang dengan Konsep Badut di Kota Bekasi

Dengan demikian, sejumlah kegiatan sosial ekonomi yang tadinya diizinkan selama masa transisi bakal dibatasi kembali.

Kegiatan perkantoran hingga tempat hiburan atau wisata pun bakal ditutup selama PSBB total.

Kegiatan peribadatan juga mengalami penyesuaian dan jam operasional kendaraan umum kembali dibatasi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved