Jakob Oetama Meninggal Dunia

Perjalanan Karier Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, Meninggal Dunia di Usia 88 Tahun

Jakob Oetama (88) meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (9/9/2020).

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Pendiri dan Komisaris Kompas Gramedia Jakob Oetama, dengan mengendarai mobil golf dan diikuti CEO Agung Adiprasetyo, Dirut Hotel Santika Lilik Oetama, dan para pejabat lainya untuk hadiri acara 'Syukuran dan Sambut Tahun Baru 2013' Kompas Gramedia, Kamis (7/2/2013) yang diadakan diareal pakiran Kompas Gramedia, Jakarta. (TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO) 

Kemudian Jakob pindah ke Sekolah Guru Bagian B di Lenteng Agung, Jakarta pada 1953-1954 dan pindah lagi ke SMP Van Lith di Gunung Sahari pada 1954-1956.

Sekolah-sekolah tersebut di bawah asuhan para pastor Kongregasi Ordo Fratrum Minorum (OFM) atau disebut Fransiskan.

Saat itu Jakob tinggal di kompleks Sekolah Vincentius di Kramat Raya, Jakarta Pusat atau sekarang menjadi kompleks Panti Asuhan VIncentius Putra.

Sambil mengajar SMP Jakob kemudian melanjutkan studinya pada tingkat tinggi.

Jakob memilih kuliah B-1 Ilmu Sejarah. Setelah lulus melanjutkan di Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Jurusan Publisistik di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Minat menulis Jakob tumbuh seiring dengan belajar sejarah.

Kecintaannya dengan dunia jurnalistik tumbuh ketika mendapat pekerjaan sebagai sekretaris redaksi mingguan Penabur di Jakarta dan memutuskan berhenti mengajar pada 1956.

Tugas utamanya di Penabur adalah menjalankan peran sebagai pemimpin direksi.

Jakob sempat direkomendasikan mendapatkan beasiswa di University of Columbia, Amerika Serikat oleh salah satu guru sejarahnya ketika bersekolah di B-1 Sejarah yang juga seorang pastor Belanda, Van den Berg, SJ.

Jakob akan memperoleh gelar PhD dan akan menjadi sejarawan atau dosen sejarah.

Jakob juga sempat diterima sebagai dosen di Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, dan disiapkan rumah dinas bagi keluarganya.

Unpar juga sudah menyiapkan rekomendasi PhD di Universitas Leuven, Belgia setelah Jakob beberapa tahun mengajar di sana.

Jakob merasa bimbang apakah ingin menjadi wartawan profesional ataukah guru profesional.

Kemudian Jakob menemui Pastor JW Oudejans OFM, pemimpin umum di mingguan Penabur.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved