Antisipasi Virus Corona di DKI

Prosedur Baru Swab Kemenkes Tak Kurangi Target Tes Puskesmas di Jakarta

Meski ada prosedur baru tes swab Kemenkes, namun tak menurunkan target penemuan kasus terkonfirmasi Puskesmas di Jakarta.

Penulis: Bima Putra | Editor: Y Gustaman
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pegawai BKKBN saat mengikuti tes swab yang digelar Badan Intelejen Negara di Makasar, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Meski ada prosedur baru tes swab Kemenkes, namun tak menurunkan target penemuan kasus terkonfirmasi Puskesmas di Jakarta.

Meski kini warga yang melakukan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi tak langsung menjalani tes swab bila tidak menunjukkan gejala buruk terjangkit.

Kepala Puskesmas Kecamatan Ciracas Sunersi Handayani mengatakan setiap hari jajarannya tetap ditarget melakukan 50 kali tes swab guna menemukan kasus baru.

"Sampel yang dikirim ke laboratorium tetap 50 per hari, tidak mengurangi target kita menemukan kasus baru di warga," kata Sunersi saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2020).

Target tersebut sama dengan yang ditetapkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terhadap Puskesmas Kecamatan Ciracas sebelum Kemenkes menetapkan prosedur baru.

Sunersi memastikan jajarannya gencar melakukan jemput bola tes swab ke permukiman warga, hanya prosedurnya saja yang kini berbeda.

DKI Jakarta Bersiap PSBB Total, Depok Tetap PSBB Proporsional

"Warga yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi karantina mandiri selama 14 hari, dilakukan pemantauan. Bila menunjukkan gejala (terjangkit) langsung kita swab," ujarnya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Rita Wedya Astuti juga menuturkan target tes swab menemukan kasus terkonfirmasi baru tak berkurang.

Setiap hari tenaga kesehatan Puskesmas Kecamatan Duren Sawit mengirimkan 50 spesimen swab warga ke laboratorium untuk diuji.

Uji spesimen dilakukan menggunakan mesin real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang ditetapkan WHO jadi cara mendeteksi Covid-19.

"Target swab sama, 50 sampel. Karena lansia dan warga dengan komorbid (penyakit penyerta) kita swab juga walaupun tanpa gejala," tutur Rita.

Target masing-masing Puskesmas Kecamatan di Jakarta dalam melakukan tes swab bisa berbeda, tergantung kepadatan penduduk satu Kecamatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan jajarannya mengikuti prosedur baru tes swab yang ditetapkan Kemenkes.

Hanya warga yang menunujukkan gejala buruk terjangkit Covid-19 langsung menjalani tes swab, sementara tanpa gejala diminta isolasi mandiri.

"Akan tetapi jika selama pemantauan ditemukan gejala pada kontak erat maka harus segera diperiksa swab. Untuk kontak erat yang sudah selesai karantina atau pemantauan diberikan surat pernyataan selesai isolasi mandiri dari petugas pelayanan kesehatan setempat," kata Widyastuti, Kamis (3/9/2020).

Tes swab dilakukan agar warga yang terkonfirmasi segera diketahui dan mendapat penanganan medis, sehingga tak justru menulari orang terdekat mereka.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved