Breaking News:

Info Kesehatan

Mana Lebih Baik, Balut Luka Dengan Kain Kasa, Atau Plester? 

Banyak juga yang menilai, bahwa luka sebaiknya dibiarkan saja terbuka agar cepat kering

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Erik Sinaga
iStockphoto/Nakita
Ilustrasi luka lebam pada tubuh 

Sebab, kain kasa merupakan material yang memiliki pori-pori cukup lebar sehingga bisa menyebabkan luka menjadi cepat kering.

Itulah kenapa seringkali luka yang dibalut dengan kain kasa berakhir menempel saat dibuka hingga menyebabkan keluarnya darah kembali.

"Kasa porinya besar  sehingga semua uap air dan sebagainya bisa menguap sehingga cepat sekali membuat luka kering. Itulah jadi masalah kalau kita mau ganti, biasanya kasanya sering kali nempel kan. Jadinya sakit dan berdarah lagi, luka lagi dan begitu seterusnya," ungkap dia.

Selain itu, pori-pori yang cukup besar pada kain kasa juga dapat ditembus oleh bakteri, atau kuman.

Polisi Gadungan yang Rampas Motor dan Ponsel Korban Beli Atribut di Pasar Senen

Sakit Gigi Karena Berlubang Banyak Dikeluhkan Orang Saat Pandemi, Perlukah ke Dokter Gigi?

Berbekal Replika Air Softgun, Polisi Gadungan di Jakarta Selatan Rampas Motor dan Ponsel Korban

Penelitian mengatakan, bahwa bakteri dapat menembus hingga 64 lapis kain kasa.

"Ini faktanya, ada penelitian bahwa bakteri itu bisa menembus sampai 64 lapis kasa. Jadi kalau pakai selapis atau dua lapis gak ngaruh. Makanya lebih baik kita gunakan plester. Ya macam-macam bentuknya, tapi yang paling sederhana ya gunakan plester seperti Hansaplast untuk mencegah bakteri masuk," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved