Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Jakarta PSBB Total, Gubernur Banten: Kita Tidak Kenal Rem Darurat

Gubernur Banten Wahidin Halim memiliki cara tersendiri dalam menangani pandemi Covid-19 di kota dan kabupaten wilayahnya.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Gubernur Banten, Wahidin Halim, saat ditemui di Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (16/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Gubernur Banten Wahidin Halim memiliki cara tersendiri dalam menangani pandemi Covid-19 di kota dan kabupaten wilayahnya.

Termasuk Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangerang Raya).

Pria yang karib disapa WH itu, tidak mengenal istilah rem darurat dalam menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkannya.

"Kita tidak mengenal 'rem darurat' tapi terus menjalankan PSBB secara kontinu dalam penanganan Covid-19 di Banten," ujar WH dalam keterangan resminya, Jumat (11/9/2020).

Maksud dari tidak menarik tuas rem darurat itu adalah, penerapan PSBB tidak akan dikembalikan seperti semula yang ketat.

Kebijakan pelonggaran yang sudah dijalani selama 11 tahap PSBB tetap dipertahankan.

WH menegaskan, pihaknya bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-wilayah Banten terus mengampanyekan portokol kesehatan yang dikenal dengan istilah 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

Selain dengan memperluas area wilayah PSBB di seluruh kota dan kabupaten di Banten, WH juga terus melakukan konsolidasi dan evaluasi setiap perkembangan yang terjadi di setiap kabupaten/kota.

Buat Baim Wong Heran Karena Kerap Minta Uang, Nenek Iro Akhirnya Video Call Tunjukkan Kondisi Kaki

Ramalan Zodiak Terbaru Lengkap Sabtu 12 September, Aries Akan Kencan Romantis Bareng Pasangan Nih

Wilayah Tengerang Raya yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta menjadi salah satu pertimbangan untuk menekan munculnya peningkatan klaster baru.

"Salah satunya, kembali mengaktifkan rumah sakit rujukan Covid-19 dan mengaktifkan kembali rumah singgah Covid-19 untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kasus Covid-19," ujarnya.

Diketahui, istilah menarik tuas rem darurat dinyatakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang bermakna menghentikan PSBB transisi dengan segala pelonggarannya dan kembali ke PSBB Total seperti pada masa awal penerapannya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved