Hadapi Pandemi Covid-19 dan Ancaman Banjir, Baznas Bazis DKI Gelar Pelatihan Tanggap Bencana
Ketua Bazna (Bazis) DKI Jakarta Luthfi Fathullah mengatakan, kegiatan ini dihelat untuk memberikan pelatihan kepada kaum muda untuk menjadi relawan
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Baznas (Bazis) DKI Jakarta menggelar pelatihan pendidikan tanggap bencana berbasis masjid.
Ketua Bazna (Bazis) DKI Jakarta Luthfi Fathullah mengatakan, kegiatan ini dihelat untuk memberikan pelatihan kepada kaum muda untuk menjadi relawan Masjid Tanggap Bencana.
Kegiatan yang digelarbdi Gedung Graha Mental Spritual ini pun diikuti oleh 55 remaja dari 43 masjid di DKI Jakarta.
"Dengan mengikuti acara ini, menjadikan diri kita siap dan mengetahui tahapan tindakan yang tepat untuk menolong orang lain saat mengalami musibah," ucapnya, Minggu (13/9/2020).
Menurut Lutfhi, masjid sendiri bukan sekadar menjadi temkat ibadah saja, tapi juga bisa menjadi tempat bersosialisasi, pengembangan ekonomi, dan kegiataan kemanusiaan lainnya.
"Dengan demikian kita juga semakin siap dalam menghadapi kemungkinan datangnya bencana di Jakarta," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan Masjid Tanggap Bencana Baznas (Bazis) DKI Jakarta Yudiman mengatakan, ancaman bencana dan risiko kecelakaan semakin meningkat.
Terlebih, saat ini Indonesia, khususnya Jakarta tengah dilanda pandemi Covid-19.
Belum lagi bencana banjir yang kerap melanda sebagian besar wilayah ibu kota saat musim hujan tiba.
"Sehingga, sangat dibutuhkan dalam penanganan bantuan untuk bencana, pemahaman tentang kapasitas diri dan situasi yang dihadapi supaya merespons dengan baik," kata dia.
• Bubarkan Remaja Nongkrong di Kanal Banjir Timur, Petugas Temukan Sisa Minuman Keras
• Polres Bekasi Kota Imbau Pelaku Balap Lari Liar di Jalan Raya Manfaatkan Tempat-tempat yang Laik
• Franco Morbidelli Raih Kemenangan Perdana di MotoGP San Marino 2020, Rossi Gagal Naik Podium
Dengan demikian, diharapkan masjid bisa menjadi simpil-simlul posko ketika terjadi bencana.
"Melalui kegiatan ini, remaja mesjid siap dalam menghadali situasi darurat bencana dan dapat mempersiapkan masjid sebagai basis untuk posko penanggulangan bencana," tuturnya.
"Juga menjadi barisan terdepan dalam menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan yang ada di wilayah masing-masing," sambungnya.
Meski digelar di tengah pandemi Covid-19, Yudiman memastikan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan selama pelatihan.
"Panitia menerapkan protokol kesehatan dari mulai penataan tempat duduk agar bisa menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, serta faceshield, dan mengecek suhu tubuh para peserta," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/banjir-di-kebon-pala-kelurahan-kampung-melayu-jatinegara-jakarta-timur.jpg)