Breaking News:

Menilik Tantangan Bisnis Online di Balik Akselerasi Digital

Sayangnya, memiliki toko secara online di beberapa platform tidak menjamin kesuksesan bisnis UKM.

freepik.com
Ilustrasi belanja 

TRIBUNJAKARTA.COM - Indonesia memasuki darurat COVID-19 setelah jumlah kasus positif semakin meningkat dan Provinsi DKI Jakarta pun menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat mulai Senin (14/9). 

Kondisi yang telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan ini berdampak pada PDB Indonesia yang -5,32% pada Q2 2020. Seluruh aspek terdampak, termasuk UKM yang dulunya selalu hadir sebagai penopang perekonomian.

Pemerintah telah berusaha mendorong roda perekonomian melalui berbagai kebijakan serta insentif demi menyelamatkan UKM. Juga dorongan untuk melakukan digitalisasi dalam proses bisnis menjadi anjuran utama bagi UKM agar bertahan, mengingat saat ini pola konsumsi masyarakat yang berubah dampak PSBB dimana kebutuhan sehari – hari pun dipenuhi via belanja online.

Menurut catatan Indonesia E-Commerce Association (idEA), dalam periode Mei hingga Agustus 2020, dari 7 platform yang bergabung pada Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dicatat ada penambahan sekitar 1,9 juta pelaku UKM yang mulai mulai membuka toko secara online di beberapa platform e-commerce.

Hasil Arsenal Vs Fulham 3-0: Debut Manis Eks Chelsea Hingga Petuah Arteta Bawa Arsenal di Puncak

Sayangnya, memiliki toko secara online di beberapa platform tidak menjamin kesuksesan bisnis UKM.

Dibutuhkan strategi dan edukasi bagi UKM untuk memastikan keberlanjutan bisnis yang dimiliki di platform online.

“Platform – platform e-commerce di Indonesia bersama idEA juga menyadari penuh kondisi ini dan berusaha melakukan pendampingan edukasi terkait digital marketing dan promosi yang diberikan platform terkait untuk mendukung penjualan merchant tersebut. Perlu adanya edukasi yang berkelanjutan untuk menciptakan seller yang terpercaya dan berkualitas.” ujar idEA dalam keterangan tertulisnya Kamis (10/9).

Di sisi lain, Mekari sebagai perusahaan Software as a Service, melalui produknya Jurnal sebagai aplikasi akuntansi dan keuangan berbasis cloud, belum lama ini juga melakukan survei secara online* yang mengungkapkan data bahwa sebanyak 90,8% responden bergerak di bisnis ritel dan memiliki toko di platform marketplace dimana 51,3% diantaranya memiliki lebih dari satu toko online di marketplace yang berbeda.

“Pemahaman atas setiap platform yang berbeda dan pencatatan keuangan bisnis yang akurat dan realtime menjadi kunci UKM untuk memastikan keberlanjutan bisnisnya," ucap Standie Nagadi, VP Marketing & Brand Mekari.

Pendapatan YouTube Disebut Rp 1 Miliar Per Bulan, Pengakuan Melaney Ricardo Buat Rio Motret Terkejut

Dalam survei yang dilakukan Mekari, diungkapkan pula bahwa terdapat dua hal utama yang menjadi tantangan responden yang memiliki toko di platform marketplace.

Sebanyak 42,1% menemukan kesulitan dalam pencatatan penjualan dan pengelolaan pembukuan, sementara 26,3% menemukan masalah dalam pengelolaan persediaan.

Jurnal sebagai aplikasi keuangan dan akuntansi berbasis cloud bisa menjadi solusi tepat bagi pemilik UKM dalam mengelola bisnisnya secara online.

“Kami meyakini bahwa digitalisasi UKM tidak bisa berhenti di eksistensi mereka di platform marketplace saja, dibutuhkan supporting tools dan kemampuan menganalisa data yang tepat untuk memastikan mereka mengetahui langkah – langkah yang akan diambil dalam menjalankan bisnisnya di berbagai marketplace. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi akuntansi dan keuangan berbasis cloud yang mendukung pengelolaan keuangan bisnis,” tambah Standie.

Staf Restoran Tak Ada Saat Ingin Makan, Harun Tetiba Malu Lihat ke Belakang: Janji Tuhan Mutlak

Automasi yang dikedepankan oleh Jurnal memungkinkan UKM untuk melakukan beberapa hal seperti:

Halaman
123
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved