Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Penuh, Pemkot Tangsel Pakai Isolasi Mandiri Berkualitas

Kamar isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit di Tangerang Selatan ( Tangsel) kini mulai penuh.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gedung fasilitas isolasi Bapelkes Cikarang Jalan Lemah Abang, Cikarang Utara, salah satu tempat yang disediakan Pemkab Bekasi untuk penanganan pasien Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Kamar isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit di Tangerang Selatan ( Tangsel) kini mulai penuh.

Hal itu diungkapkan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan ( Tangsel), Benyamin Davnie, saat ditemui di rumah dinasnya di bilangan Perumahan Green Cove, Cilenggang, Serpong, Tangsel, Senin (14/9/2020).

Benyamin mengatakan, di Tangsel, ada satu Rumah Sakit Umum (RSU) dan 12 rumah sakit swasta yang menangani pasien Covid-19.

Dari total 13 rumah sakit itu, terdapat 223 kasur untuk isolasi pasien Covid-19.

Selain Bisa Melihat Makhluk Halus, Ini 13 Ciri Anak dengan Kemampuan Indigo, Kamu Termasuk?

"Memang sekarang mau tidak mau 12 RS dan 1 RSU yang ada di tangsel yang kita jadikan rujukan Covid-19 dengan kapasitas tempat tidur 223, itu relatif sekarang penuh, sampai kita rujuk ke wisma atlet," ujar Benyamin.

Fungsi rumah sakit dalam hal penanganan pasien Covid-19 dikhususkan bagi yang memiliki penyakit bawaan atau komorbiditas.

Sedangkan bagi orang tanpa gejala (OTG), Pemkot Tangsel menyediakan Rumah Lawan Covid-19 (RLC) untuk karantina.

Untuk RLC, ketersediaan kamar tidur masih lengang. Dari kapasitas 155 kamar tidur, saat ini terisi 26 peserta karantina.

Dishub DKI Ojol-Opang Boleh Angkut Penumpang Selama PSBB Ketat Jakarta, Tapi Dilarang Berkerumun

"RLC kita dari 155 kapasitas kamar tidur sekarang terisi 26, kalau pun nanti positif, kita rawat dulu di RLC dan kalau dari situ harus dirujuk maka akan kita lakukan rujukan. Memang penuh sekarng RS, termasuk ICU juga saya lupa berapa data," ujarnya.

Menyikapi penuhnya kamar isolasi di rumah sakit, Pemkot Tangsel menerapkan kebijakan isolasi mandiri berkualitas.

Warga Tangsel yang terpapar Covid-19 diminta untuk isolasi mandiri di rumah secara ketat tanpa keluar rumah.

Lantas petugas dari puskesmas akan memantau secara periodik.

Dampak Covid-19 Terhadap Daya Beli Masyarakat Indonesia, 76 Persen Orang Kurangi Budget Hiburan

"Isolasi mandiri berkualitas adalah dengan benar-benar ketat tidak boleh keluar rumah selama 14 hari, dipantau selalu oleh RT setempat, makanan juga di sediakan, tidak boleh kemana-mana, diam saja di kamar, diharapkan hal tersebut bisa sangat efektif. Puskesmas setempat keliling dan RT RW setempat," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved